Hujan deras yang disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Pamekasan pada Kamis, 5 Maret 2026. Akibatnya puluhan rumah warga rusak serta sejumlah pohon tumbang.
Berdasarkan data sementara yang masuk ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, sedikitnya lima kecamatan terdampak akibat cuaca ekstrem tersebut. Di Kecamatan Tlanakan, bencana melanda enam desa. Sementara di Kecamatan Pademawu tercatat dua desa terdampak.
Selain itu, di Kecamatan Pamekasan angin kencang merusak tiga kelurahan dan lima desa. Bahkan tenda keposkoan BPBD yang berada di pusat kota Pamekasan juga ikut rusak diterjang angin. Sementara di Kecamatan Proppo, tercatat empat desa terdampak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Plt Kepala Pelaksana BPBD Pamekasan, Akhmad Dofir Rosidi, mengatakan bahwa data yang diterima pihaknya masih bersifat sementara dan berpotensi bertambah.
"Ini kejadiannya tadi pas menjelang buka puasa, saat itu cuaca terpantau hujan disertai angin, sementara data yang masuk ada lima kecamatan, termasuk tenda keposkoan kami yang siaga di jantung kota juga rusak terhempas angin. Tidak menutup kemungkinan data bertambah karena sebagian wilayah terdampak saat ini masih mengalami pemadaman listrik," terang Dofir.
Ia menambahkan, selama bulan Maret ini bencana angin kencang sudah terjadi dua kali di wilayah Kabupaten Pamekasan. "Untuk yang kemarin pada tanggal 4 Maret melanda wilayah Kecamatan Waru, Pasean, dan Batu Marmar," tambahnya.
BPBD Pamekasan mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu, terutama saat terjadi hujan deras disertai angin kencang yang berpotensi menimbulkan bencana.
(abq/abq)
