Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi Sekolah di Lamongan, Ini Pesannya

Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi Sekolah di Lamongan, Ini Pesannya

Eko Sudjarwo - detikJatim
Jumat, 06 Mar 2026 18:35 WIB
Mendikdasmen Abdul Muti bersama Bupati Lamongan Yuhronur Efendy
Mendikdasmen Abdul Mu'ti bersama Bupati Lamongan Yuhronur Efendy (Foto: Dok. Istimewa)
Lamongan` -

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Abdul Mu'ti meresmikan program revitalisasi satuan pendidikan jenjang TK, SD, dan SMP negeri maupun swasta Tahun Anggaran 2025 di Kabupaten Lamongan, Jumat (6/3/2026). Peresmian tersebut dipusatkan di SMP Negeri 1 Lamongan.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu'ti menegaskan, revitalisasi satuan pendidikan merupakan bagian dari program prioritas pemerintah untuk mendukung visi pembangunan nasional serta Asta Cita Presiden RI dalam mencetak generasi unggul. Menurutnya, pembangunan sarana pendidikan memiliki peran penting dalam menciptakan proses belajar mengajar yang berkualitas.

"Pembangunan fisik itu adalah raga yang penting, karena pembelajaran akan berjalan baik jika didukung faktor eksternal seperti gedung yang layak," jelas Abdul Mu'ti dalam sambutannya, Jumat (6/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain peningkatan infrastruktur, pemerintah pusat juga terus mendorong penguatan kualitas guru melalui berbagai kebijakan peningkatan kompetensi akademik, sosial, dan profesional. Penguatan pendidikan karakter juga menjadi fokus melalui gerakan "Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat" yang bertujuan menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta mendukung tumbuh kembang siswa.

ADVERTISEMENT

Abdul Mu'ti juga menyampaikan, Lamongan berpeluang mendapatkan tambahan program revitalisasi satuan pendidikan pada tahun 2026.
Untuk tahun 2025, program revitalisasi satuan pendidikan di Lamongan mencakup 4 TK/PAUD, 23 SD, dan 20 SMP yang meliputi pembangunan maupun rehabilitasi berbagai fasilitas pendidikan seperti ruang kelas, perpustakaan, serta gedung penunjang lainnya.

Kepala SMP Negeri 1 Lamongan, Safiudin, menyampaikan apresiasi atas bantuan revitalisasi yang diberikan pemerintah pusat. Menurutnya, program tersebut menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam memastikan seluruh anak Indonesia mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak.

Sementara, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi juga menyampaikan apresiasinya atas program revitalisasi yang dilaksanakan pemerintah pusat tersebut. Menurutnya, pembangunan dan rehabilitasi fasilitas pendidikan akan mendukung terciptanya proses pembelajaran yang lebih aktif dan berkualitas.

"Hari ini bersama Bapak Menteri kita meresmikan program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2025 di Lamongan. Ini menjadi dorongan dan motivasi bagi kita semua untuk terus berbakti pada dunia pendidikan dalam menyiapkan generasi emas," tutur Bupati yang akrab disapa Pak Yes.

Ia menambahkan, Pemkab Lamongan juga terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program pendidikan. Di antaranya melalui program Beasiswa Perintis yang hingga kini telah membantu hampir 8 ribu siswa di Lamongan.

Selain itu, Pemkab Lamongan juga menjalankan program Aksi Bina Pendidikan Inklusif dan Responsif (Aksi Biru) untuk membantu anak putus sekolah kembali mengenyam pendidikan, serta Gerakan Kesetaraan Belajar (Gertak Desa) yang dilaksanakan di desa-desa.

Melalui berbagai program tersebut, rata-rata lama sekolah di Lamongan pada tahun 2025 mencapai 8,73 tahun dengan indeks pendidikan sebesar 0,681. Sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lamongan tercatat sebesar 76,9 atau berada di atas rata-rata Provinsi Jawa Timur.




(abq/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads