Wagub Emil Sidak Pintu Air Kuro, Begini Upaya Tangani Banjir Lamongan

Wagub Emil Sidak Pintu Air Kuro, Begini Upaya Tangani Banjir Lamongan

Eko Sudjarwo - detikJatim
Sabtu, 07 Mar 2026 18:18 WIB
Wagub Emil Sidak Pintu Air Kuro Lamongan
Wagub Emil Sidak Pintu Air Kuro Lamongan. (Foto: Istimewa)
Lamongan -

Pemerintah terus mengoptimalkan pengoperasian pompa pembuangan air untuk mempercepat penanganan banjir di Kabupaten Lamongan. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pintu Air Kuro, Sabtu (7/3/2026).

Dalam sidak tersebut, Emil memastikan pompa yang ada telah dioperasikan secara maksimal untuk membantu mempercepat penurunan debit air di wilayah terdampak banjir. Emil yang saat sidak didampingi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi ini menjelaskan, pompa permanen saat ini dioperasikan hingga pukul 22.00 WIB, sedangkan pompa mobile dijalankan hingga pukul 24.00 WIB.

"Sempat ada keresahan warga karena bunyinya seperti ini, tetapi warga bisa memaklumi. Yang sempat protes akhirnya tahu bahwa ini untuk banjir, mereka justru ikhlas bahwa gangguan suara ini untuk menolong saudaranya," kata Emil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia juga mengungkapkan, pemerintah telah menyiapkan rencana jangka panjang untuk mengatasi banjir di Lamongan, salah satunya melalui pembangunan jalur pembuangan air langsung ke laut atau floodway.

Menurut Emil, berdasarkan master plan dari Kementerian Pekerjaan Umum, floodway tersebut memiliki kapasitas hingga 640 meter kubik per detik dan berpotensi ditingkatkan hingga 1.000 meter kubik per detik.

ADVERTISEMENT

Namun, saat ini kapasitas pembuangan air yang dapat dimaksimalkan baru mencapai sekitar 400 meter kubik per detik sehingga perlu pembahasan lanjutan dengan pihak Balai Besar Wilayah Sungai Brantas.

Di lokasi Pintu Air Kuro sendiri telah tersedia beberapa pompa dengan kapasitas berbeda. Terdapat tiga pompa permanen milik Pemprov Jawa Timur dengan total kapasitas 6.000 liter per detik, dua pompa milik Balai Brantas berkapasitas total 2.000 liter per detik, satu pompa milik Pemkab Lamongan berkapasitas 500 liter per detik, serta satu pompa mobile berkapasitas 500 liter per detik.

Selain itu, pompa yang berada di kawasan Melik juga memiliki kapasitas sekitar 11 meter kubik per detik.

"Secara ideal kita punya 50 meter kubik, tapi tentu yang ada ini harus dioperasikan agar tinggi air tidak semakin naik," jelas Emil.

Ia menambahkan, ke depan sistem pompa juga direncanakan beralih dari penggunaan genset ke listrik untuk mengurangi kendala operasional seperti pasokan solar, kebisingan, hingga potensi kerusakan mesin.

Selain optimalisasi pompa, pemerintah juga menyiapkan solusi jangka panjang melalui pembangunan Waduk Jabung dan Bendungan Karangnongko yang diharapkan dapat mengatasi persoalan banjir sekaligus kekeringan.

Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan, pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengoptimalkan fungsi floodway.

"Apa yang disampaikan Pak Emil tadi adalah langkah-langkah jangka pendek yang hari ini bisa kita tambahkan untuk mengeluarkan air di sini. Efektivitasnya nanti akan kita komunikasikan lagi," ujarnya.

Ia juga mengingatkan, selain menghadapi banjir saat ini, Lamongan juga perlu bersiap menghadapi potensi musim kemarau panjang.

"Jangan lupa ke depan kita juga akan menghadapi kemarau panjang sehingga semuanya perlu diantisipasi secara seimbang," pungkasnya.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads