Trauma Ditipu, Nenek Penjual Pisang di Nganjuk Pilih Tak Jualan Lagi

Trauma Ditipu, Nenek Penjual Pisang di Nganjuk Pilih Tak Jualan Lagi

Bakrie - detikJatim
Minggu, 08 Mar 2026 16:40 WIB
Yatemi, nenek penjual pisang di Nganjuk yang tertipu uang mainan
Yatemi, nenek penjual pisang di Nganjuk yang tertipu uang mainan (Foto: Bakrie/detikJatim)
Nganjuk -

Mbah Yatemi (80), nenek penjual pisang asal Kelurahan Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, kini memilih tak berjualan lagi sejak tertipu uang mainan.

Wanita renta itu terakhir kali membuka lapaknya di seberang Puskesmas Tanjunganom, trotoar Jalan Ahmad Yani pada Kamis (26/2/2026).

"Ketimbang saya kena tipu lagi, ya sudah sekarang libur saja nggak berjualan," ujar Mbah Yatemi ditemui detikJatim rumahnya, Minggu (8/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pantauan di rumahnya, stok pisang dagangan Mbah Yatemi sudah kosong. Begitu pula dengan beberapa dagangan lainnya seperti bawang merah, terong maupun tomat.

"Nggak kulakan lagi, sudah berhenti jualan. Saya di rumah saja," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Selain itu Mbah Yatemi juga mengungkapkan, sebelumnya saudara-saudara dan tetangga sudah menyarankan agar ia berhenti berjualan.

Namun, ia awalnya tetap bertahan karena memang ingin mengisi waktu dengan kesibukan. Daripada berdiam diri di rumah.

"Karena saya dari masih muda sudah terbiasa berjualan. Tapi sekarang saya memilih istirahat saja di rumah nggak jualan lagi," kata Mbah Yatemi.

Saat dikunjungi Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dan istri, Sabtu (7/3/2026), Mbah Yatemi juga mendapat wejangan yang sama dari orang nomor satu di Nganjuk tersebut.

"Pak Bupati juga minta saya berhenti jualan. Ya saya manut saja," pungkasnya.

Kasus yang menimpa Mbah Yatemi sebelumnya viral di media sosial setelah video yang diunggah akun TikTok @hallo_kamu, memperlihatkan lansia tersebut tertipu pembeli yang membayar dengan uang mainan pecahan Rp 100 ribu.

Saat itu, pelaku membeli empat sisir pisang serta sejumlah bahan dapur seperti terong, bawang merah, dan tomat.

Tanpa curiga, Mbah Yatemi bahkan memberikan uang kembalian Rp 25 ribu kepada pelaku. Ia baru mengetahui uang tersebut palsu setelah diberi tahu oleh seorang pembeli lain yang merekam kejadian tersebut.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads