Nenek Penjual Kerupuk di Blitar Ditipu Uang Mainan Jualan Pagi-Malam

Nenek Penjual Kerupuk di Blitar Ditipu Uang Mainan Jualan Pagi-Malam

Fima Purwanti - detikJatim
Rabu, 11 Mar 2026 04:30 WIB
Rumah nenek Sumarah (59) yang berada di Desa Bangle, Kabupaten Blitar
Rumah nenek Sumarah (59) yang berada di Desa Bangle, Kabupaten Blitar. (Foto: Fima Purwanti/detikJatim)
Blitar -

Seorang nenek penjual kerupuk keliling di Kabupaten Blitar ditipu dua lembar uang mainan dengan nominal masing-masing Rp 100 ribu. Kesedihan nenek yang diketahui bernama Semarah (59) itu viral di media sosial.

detikJatim mendatangi rumah nenek Semarah di Desa Bangle, Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar. Namun, rumah sederhana itu tampak sepi dan pintunya terkunci gembok. Tidak terlihat aktivitas di dalam rumah tersebut.

Hanya ada sepeda milik Semarah yang berada di depan rumah. Sepeda usang dengan keranjang itu digunakan untuk berjualan kerupuk dengan berkeliling wilayah Blitar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasun Bangle Didin menyebut Semarah tidak berada di rumah. Menurutnya, nenek Semarah pergi dari rumahnya sejak pagi.

"Saya ke sini juga tidak ada, dari tetangga sekitar katanya pergi sejak pagi. Mungkin sedang belanja kerupuk, karena sepedanya ada di rumah itu," katanya saat ditemui detikJatim, Selasa (10/3/2026).

ADVERTISEMENT

Didin membenarkan Semirah tinggal di Dusun Bangle. Namun, nenek berusia 59 itu bukan warga asli Dusun Bangle. Semirah menempati rumah tersebut sejak sekitar tiga tahun yang lalu.

"Bu Semarah memang tinggal di sini, tapi untuk administrasi kependudukan merupakan warga Jalan Pamungkur Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar. Kemudian menempati rumah ini sekitar tiga tahun terakhir, bersama cucunya laki-laki," jelasnya.

Terkait video viral nenek Semarah, Didin mengaku mengetahui dari warga sekitar. Menurutnya, peristiwa memprihatinkan itu menimpa Semarah saat berjualan kerupuk.

Semarah diketahui merupakan pedagang kerupuk. Setiap hari, Semarah berkeliling menjual kerupuk dengan sepeda miliknya.

"Kami turut prihatin, karena beliau memang setiap hari berjualan kerupuk keliling dengan sepeda itu. Kadang berangkat pagi pulang malam, kadang juga pulang pagi mungkin karena terlalu jauh kalau keliling," terangnya.

Meski bukan warga Dusun Bangle, Didin menyebut Semarah juga diberikan bantuan. Bantuan dari pemerintah maupun dari lembaga lainnya.

Didin dan perangkat desa setempat telah mendatangi Semarah usai viral di media sosial. Menurutnya, Semarah mengaku sedih dan menganggapnya sebagai musibah.

"Kalau untuk lapor polisi belum tahu, karena kemarin (9/3/2026) kami menemui Bu Semarah yang menganggapnya sebagai musibah. Kami perangkat Desa tentu tetap akan mendampingi beliau, tapi memang yang bersangkutan kadang tidak selalu di rumah," tandasnya.




(auh/auh)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads