Semarah (59), nenek penjual kerupuk keliling di Kabupaten Blitar yang viral usai ditipu uang mainan sebesar Rp 200 ribu tetap berjualan menjual kerupuk untuk menyambung hidup. Setiap hari dia tetap sibuk menggoreng dan membungkus kerupuk untuk dijual keliling.
Untuk melihat kondisi sang nenek, detikJatim mendatangi rumahnya di Dusun Bangle, Kanigoro, Blitar. Di rumah sederhana itu tampak tumpukan kerupuk berada di rak yang tersusun rapi.
Semarah bercerita bahwa setiap hari dia memproduksi seluruh kerupuk yang dijual dengan perlengkapan sederhana yang dimiliki. Dia menggoreng kerupuk, membungkus kerupuk, lalu merekatkan plastik kerupuk dengan lilin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat berkunjung ke rumahnya, tampak sepeda tua yang setiap hari dia pakai untuk menjajakan kerupuk jualannya sedang terparkir di depan rumah. Beberapa kerupuk tampak sudah diletakkan di dalam keranjang sepeda.
Nenek Semarah, penjual kerupuk keliling di Blitar yang tertipu uang mainan mengaku sudah mengikhlaskan. Banyak warga yang bersimpati kepadanya. (Foto: Fima Purwanti) |
"Iya hampir setiap hari jualan, keliling dari Kademangan sampai Kota. Kadang berangkat pukul 10.00 WIB, kadang habis zuhur, tidak pasti. Kalau capek goreng kerupuk ya tidak jualan," kata Semarah kepada detikJatim, Rabu (11/3/2026).
Semarah mengaku berjualan kerupuk keliling sejak lama. Ia menggunakan sepeda yang sama untuk membawa berbagai jenis kerupuk. Sepeda itu tak dia kayuh, tetapi dia tuntut bersama keranjang kerupuk.
"Enggak bisa (naik sepeda), ya didorong. Kalau kakinya capek ya leren (berhenti sejenak untuk beristirahat)," terangnya.
Nenek berusia 59 tahun itu setiap hari mengulak kerupuk mentah dari pasar atau pedagang langganan lalu menggoreng hingga menjualnya keliling. Sejumlah desa dia kelilingi, mulai dari Kecamatan Kademangan di wilayah Kota Blitar, hingga Kecamatan Nglegok dan Kecamatan Garum.
"Iya digoreng, dibungkus sendiri. Setelah itu dijual. Rp 5 ribu per bungkus," katanya.
Ditanya soal peristiwa penipuan uang mainan, Semarah mengaku sedih tetapi mengikhlaskan. Saat itu ia tengah berteduh di pinggir jalan Desa Bangsri, Kecamatan Nglegok karena kondisi hujan gerimis.
Tidak lama kemudian ada seorang ibu dengan anaknya menghampiri untuk membeli kerupuk. Ibu itu membeli 4 plastik kerupuk yang totalnya Rp 20 ribu.
Nenek Semarah, penjual kerupuk keliling di Blitar yang tertipu uang mainan mengaku sudah mengikhlaskan. Banyak warga yang bersimpati kepadanya. (Foto: Fima Purwanti/detikJatim) |
"Awalnya kasih ke saya 1 lembar Rp 100 ribu, saya kasih kembalian Rp 80 ribu. Sudah itu. Kemudian tukar lagi 1 lembar Rp 100 ini ke uang pecahan, ya saya tuker," ceritanya.
Semarah tak menaruh curiga kepada pembeli itu. Ia menerima uang itu seperti biasanya.
"Setelah itu saya mampir toko mau beli beras. Tapi saya dimarahi, ternyata itu uang palsu. Saya yang dikira mau menipu, terus dikasih tau tokonya kalau uang itu mainan," katanya.
Perasaan sedih menyelimuti Semarah hingga perjalanan pulang membawa uang mainan itu. Kesedihan itu disampaikan Semarah kepada salah seorang pelanggannya, yakni Dwi Alim Hermawan.
Dwi yang merupakan pelanggan kerupuk warga Pojok, Kecamatan Garum itu mengaku merasa iba dengan Nenek Semarah sekaligus geram. Meski Semarah mengaku ikhlas, namun sejumlah warga tetap merasa emosi dan prihatin dengan peristiwa penipuan tersebut.
"Saya sudah ikhlas, semoga yang menipu sadar dan tidak terjadi lagi. Saya harus berhati-hati lagi," katanya.
Dwi Alim yang juga berada di rumah Semarah mengaku emosi saat mendengar cerita itu. Saat itu ia melihat nenek Semarah membawa kerupuk lewat di depan rumahnya. Ia membeli kerupuk karena sudah langganan.
"Saya ikut emosi mendengar cerita beliau. Makanya saya memutuskan untuk mengambil video dan mengunggah ke medsos, supaya tidak ada lagi yang tega dengan pedagang lansia seperti beliau," terangnya.
Nenek Semarah, penjual kerupuk keliling di Blitar yang tertipu uang mainan mengaku sudah mengikhlaskan. Banyak warga yang bersimpati kepadanya. (Foto: Fima Purwanti/detikJatim) |
Menurut Dwi Alim, Semarah mendapat simpati yang luar biasa dari masyarakat. Tak sedikit yang menitipkan rezeki untuk Nenek Semarah.
"Alhamdulillah rezeki beliau diganti berlipat-lipat. Beliau orang yang sangat baik, loman, dan tidak pernah curiga kepada orang. Semoga ini juga menjadi pelajaran bagi kita semua," katanya.
Terpisah, Kades Bangle Nur Huda mengaku akan membantu pemindahan kependudukan Semarah. Sehingga Semarah akan mendapat pengawasan maupun bantuan dari pemerintah secara jelas.
"Kami sangat prihatin dengan kejadian yang menimpa beliau. Dalam waktu dekat akan kami bantu pindah kependudukan, karena berdomisili di sini. Jadi biar memudahkan untuk diawasi, dan mendapatkan bantuan dari pemerintah," tandasnya.
(auh/dpe)



