Pemprov Jawa Timur bersama Pemkab Lamongan melakukan langkah darurat untuk menangani banjir yang menggenangi jalur provinsi di Desa Sungelebak, Kecamatan Karanggeneng. Penanganan dilakukan dengan pemasangan tanggul darurat hingga penggunaan pompa apung untuk mempercepat penyusutan air.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak saat meninjau langsung lokasi genangan yang ada di Desa Sungelebak ini mengatakan, titik tersebut diketahui merupakan area cekungan rendah sehingga air mudah menggenang ketika debit air meningkat. Emil mengatakan, penanganan yang dilakukan saat ini difokuskan pada langkah teknis yang lebih spesifik agar genangan di jalur vital tersebut segera teratasi.
"Ini titik cekungan rendah, sehingga kita lakukan pendekatan yang lebih spesifik. Kita pasang tanggul darurat dari kantong pasir sepanjang sekitar 160 meter," kata Emil Dardak, Sabtu (14/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, pemasangan tanggul darurat bertujuan menahan limpasan air agar tidak terus menggenangi badan jalan. Setelah itu, air yang terperangkap di area jalan disedot menggunakan pompa apung.
"Air yang menggenang di jalan akibat adanya tanggul ini kita sedot menggunakan pompa apung. Tadi saat kita datang airnya cukup tinggi sampai celana basah, sekarang sudah mulai surut sampai sekitar semata kaki," ujarnya.
Selain penanganan di lapangan, Emil menyebut koordinasi lintas instansi juga terus diperkuat untuk mempercepat penanganan banjir. Pihaknya melibatkan Dinas PU Sumber Daya Air, Bina Marga, hingga Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Pemprov Jatim juga membuka opsi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) apabila curah hujan masih tinggi dalam beberapa waktu ke depan.
"Mudah-mudahan di momentum Idulfitri ini kesulitan masyarakat akibat banjir bisa berkurang," tambah Emil.
Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengapresiasi dukungan dari Pemprov Jatim serta instansi terkait dalam penanganan banjir di wilayahnya.
"Kami menyampaikan terima kasih atas koordinasi dan dukungan dari Pemprov Jawa Timur serta BBWS Bengawan Solo. Solusi satu per satu sudah kita lakukan," kata Pak Yes.
Ia optimistis berbagai langkah darurat yang dilakukan secara terintegrasi tersebut dapat mengurangi genangan banjir di Lamongan, terutama menjelang arus mudik Lebaran.
"Kita optimis, mudah-mudahan saat Idulfitri nanti banjir di Lamongan sudah jauh berkurang," pungkasnya.
(ihc/abq)
