Fenomena Langka 2030: Dua Kali Ramadan dalam Setahun, Lebaran Hanya Sekali

Kabar Nasional

Fenomena Langka 2030: Dua Kali Ramadan dalam Setahun, Lebaran Hanya Sekali

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikJatim
Minggu, 22 Mar 2026 03:00 WIB
Ilustrasi ucapan selamat Lebaran Idul Fitri.
Ilustrasi. Simak fenomena unik dua kali lebaran (Foto: ChatGPT)
Surabaya -

Umat Islam diperkirakan akan mengalami fenomena langka pada tahun 2030, yakni menjalani dua kali Ramadan dalam satu tahun Masehi, sementara Idulfitri hanya terjadi satu kali.

Peneliti Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa kondisi ini terjadi karena perbedaan sistem kalender Hijriah dan Masehi.

"Tahun 2030 dua kali Ramadan (Januari dan Desember), 1 kali Idulfitri (4 Februari)," kata Thomas kepada wartawan, Jumat (20/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jadwal Perkiraan Ramadan dan Idulfitri 2030

Thomas merinci, Ramadan pertama diperkirakan terjadi pada awal tahun, sementara Ramadan kedua muncul di akhir tahun yang sama.

ADVERTISEMENT

Berikut rinciannya:

  • Ramadan: 5-6 Januari 2030
  • Idulfitri: 4 Februari 2030

Kemudian:

  • Ramadan: 26 Desember 2030
  • Idulfitri: 24-25 Januari 2031

Artinya, dalam satu tahun Masehi 2030, umat Islam akan menjalani dua bulan Ramadan, tetapi hanya merayakan satu kali Lebaran.

Penyebab: Perbedaan Kalender Hijriah dan Masehi

Fenomena ini terjadi karena adanya selisih jumlah hari antara kalender Hijriah dan kalender Masehi.

Thomas menjelaskan bahwa kalender Hijriah memiliki sekitar 354 atau 355 hari, sedangkan kalender Masehi terdiri dari 365 atau 366 hari.

"Karena 1, tahun Hijriah sekitar 354 atau 355 hari. Padahal tahun Masehi 365 atau 366 hari," tuturnya.

Selisih tersebut membuat kalender Hijriah "maju" sekitar 10-11 hari setiap tahunnya. Akibatnya, dalam kondisi tertentu, Ramadan bisa muncul dua kali dalam satu tahun Masehi.

Siklus yang Terjadi Berkala

Fenomena dua kali Ramadan dalam setahun bukan pertama kali terjadi. Peristiwa ini muncul secara berkala dalam siklus tertentu.

Ketika Ramadan jatuh di awal Januari, maka bulan suci tersebut berpotensi kembali muncul di akhir Desember pada tahun yang sama.

"Ketika Ramadan terjadi pada awal Januari, maka Ramadan akan terjadi lagi pada Desember," jelas Thomas.

Fenomena ini juga dipengaruhi oleh perbedaan sistem penanggalan berbasis peredaran bulan (Hijriah) dan matahari (Masehi), yang membuat tanggal-tanggal keagamaan terus bergeser setiap tahun.

Momentum Langka bagi Umat Muslim

Dengan adanya dua Ramadan dalam satu tahun, umat Muslim berkesempatan menjalani ibadah puasa lebih dari satu kali dalam periode yang relatif singkat.

Meski demikian, Idulfitri tetap hanya terjadi satu kali pada 2030, yakni setelah Ramadan pertama, sementara Lebaran dari Ramadan kedua baru akan berlangsung pada awal 2031.

Fenomena ini menjadi momen langka yang menarik secara astronomi sekaligus spiritual, karena tidak terjadi setiap tahun dan hanya muncul dalam siklus tertentu.




(ihc/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads