Bupati Bersama DPRD Nganjuk Sidak Jalan Rusak Ditanami Pohon Pisang

Bupati Bersama DPRD Nganjuk Sidak Jalan Rusak Ditanami Pohon Pisang

Bakrie - detikJatim
Rabu, 08 Apr 2026 20:10 WIB
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi (dua dari kanan) sidak jalan rusak.
Wakil Ketua DPRD Nganjuk Endah Sri Murtini sidak jalan rusak. (Foto: Bakrie/detikJatim)
Nganjuk -

Aksi protes jalan rusak warga Dusun Tempel, Desa/Kecamatan Ngronggot, Nganjuk direspons langsung oleh Bupati dan DPRD Nganjuk. Sidak yang digelar terpisah dilakukan ke lokasi jalan rusak tersebut.

Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dan Wakil Ketua DPRD Nganjuk Endah Sri Murtini masing-masing sidak ke lokasi. Keduanya sama-sama turun untuk melihat langsung jalan rusak yang ditanami pohon pisang dan berbincang dengan warga pada Rabu (8/4/2026).

Sidak diawali Endah yang datang pada Rabu pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Ia melihat sejumlah pohon pisang yang ditanam di jalan rusak sepanjang hampir 1 kilometer sejak Senin (6/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini memang lagi ramai. Bahkan yang ditanami pisang bukan hanya lubang, tapi juga jalan yang tidak berlubang. Artinya, ini bentuk protes yang sangat serius dari masyarakat," ujar Endah.

Di hadapan sejumlah warga, Endah berjanji perbaikan jalan segera direalisasikan dengan total anggaran mencapai Rp 400 juta. Rinciannya, anggaran Rp 200 juta dialokasikan di APBD 2026 melalui Pokok Pikiran (Pokir) untuk perbaikan ruas jalan menuju makam.

ADVERTISEMENT

Sementara tambahan anggaran sebanyak Rp 200 juta akan dialihkan dari program di daerah pemilihannya untuk mempercepat penanganan jalan utama.

Wakil Ketua DPRD Nganjuk Endah Sri Murtini sidak jalan rusak.Wakil Ketua DPRD Nganjuk Endah Sri Murtini sidak jalan rusak. (Foto: Bakrie/detikJatim)

"Totalnya Rp 400 juta. Yang Rp 200 juta sudah masuk APBD induk, sementara sisanya akan kami alihkan agar bisa segera dikerjakan, apalagi menjelang kegiatan Nyadran dan agenda kesenian di sini," beber Endah.

Selang beberapa jam, giliran Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi yang mendatangi lokasi. Ia bersama rombongan datang sekitar pukul 13.00 WIB. Marhaen langsung mengecek kondisi jalan rusak dan memastikan status jalan, apakah jalan desa atau jalan kabupaten. Di lokasi ituMarhaen berdialog dengan kurang lebih 50 warga di pos kamling.

"Hasilnya sudah ada kesepakatan. Karena statusnya jalan desa, maka akan dibuatkan surat penyerahan ke Pemerintah Kabupaten agar bisa segera ditindaklanjuti," ujar Marhaen.

Ia menambahkan, setelah proses administrasi rampung, Dinas PUPR akan menyusun perencanaan teknis sebelum pekerjaan fisik dimulai. Perbaikan jalan tersebut ditargetkan mulai dikerjakan pada 20 April 2026.

Sebelumnya, Senin (6/4/2026), warga Dusun Tempel melakukan aksi menanam lebih dari 100 batang pohon pisang di sepanjang jalan rusak hampir sepanjang 1 km. Mereka bahkan menebar ikan lele di genangan air di lubang jalan itu.

Aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan setelah lebih dari enam tahun jalan tak kunjung diperbaiki, padahal menjadi akses vital penghubung antar desa serta jalur utama aktivitas ekonomi warga.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads