Sebuah video yang menampilkan pedagang di Pasar Karang Menjangan (Karmen), Surabaya mengeluhkan Satpol PP saat razia beredar viral di media sosial. Pasalnya, penertiban yang dilakukan petugas Satpol PP dianggap keterlaluan karena turut menyita dagangan makanan.
Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Jumat (24/4) pagi. Dalam video yang beredar, tampak mantan anggota DPRD Surabaya, Anugrah Ariyadi, mendampingi para pedagang yang mengeluh atas tindakan represif oknum petugas di lapangan.
"Samean diobrak Satpol PP kota? Nggih? Opo barange seng dijupuk? (Kamu ditertibkan Satpol PP kota? Iya? Apa barangnya yang diambil?)," tanya Anugrah kepada salah satu pedagang perempuan bermasker, seperti dikutip detikJatim, Sabtu (25/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pedagang tersebut mengaku keranjang dan tatakan (lapak) dagangannya diangkut petugas. Namun, jawaban lebih mengejutkan datang dari pedagang lain. Saat ditanya hal yang sama, mereka mengaku makanan yang hendak dijual pun turut ludes disita.
"Sayur, lontong, kaleh kikil (Sayur, lontong, sama kikil)," ujar salah satu pedagang berkerudung tersebut dengan nada lemas.
Mirisnya, para pedagang mengaku tidak dibekali surat penyitaan resmi. Petugas disebut langsung mengangkut barang dan dagangan mereka begitu saja dari lokasi.
Sontak, hal ini memicu amarah Anugrah Ariyadi. Dengan nada tinggi, ia menyemprot para petugas Satpol PP yang masih berada di lokasi dan menyebut tindakan mereka tak ubahnya seperti aksi kriminal.
"Satpol PP kota, maling! Sopo seng ngajari kon dadi maling? Kon iku dibayari wong Suroboyo, lapo dadi maling? (Satpol PP kota, maling! Siapa yang mengajari kamu jadi maling? Kamu itu digaji orang Surabaya, kenapa jadi maling?)" teriak Anugrah lantang.
Anugrah menilai tindakan tersebut bukan lagi sekadar penertiban, melainkan perampasan hak rakyat kecil yang sedang mencari nafkah. "Hari Jumat, Satpol PP pusat mengambil paksa barang dagangan pedagang. Perampasan ini, jupuk sakarepe dewe (ambil seenaknya sendiri)," tegasnya di depan dua petugas Satpol PP.
Hingga berita ini diunggah, detikJatim telah berupaya mengonfirmasi kejadian tersebut kepada Kepala Satpol PP Surabaya, Achmad Zaini. Namun, upaya melalui pesan singkat WhatsApp maupun sambungan telepon belum mendapatkan respon.
(ihc/abq)
