Hardiknas, Subandi Soroti Kesenjangan-Tantangan Digitalisasi Pendidikan

Hardiknas, Subandi Soroti Kesenjangan-Tantangan Digitalisasi Pendidikan

Aprilia Devi - detikJatim
Sabtu, 02 Mei 2026 22:15 WIB
Peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Otonomi Daerah XXX di Sidoarjo
Peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Otonomi Daerah XXX di Sidoarjo. (Foto: Istimewa)
Sidoarjo -

Bupati Sidoarjo Subandi menyoroti berbagai tantangan pendidikan, mulai dari kesenjangan kualitas hingga adaptasi teknologi digital. Hal itu disampaikan dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang diselenggarakan sekaligus dengan peringatan Hari Otonomi Daerah XXX.

Subandi menegaskan bahwa sektor pendidikan masih menghadapi sejumlah pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan. Tantangan tersebut mencakup kesenjangan kualitas pendidikan, adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital, hingga penguatan karakter dan kesejahteraan tenaga pendidik.

"Pendidikan tidak boleh hanya menghasilkan lulusan yang pintar secara akademik, tetapi juga harus melahirkan manusia yang berkarakter, beretika, dan memiliki daya saing tinggi," ujar Subandi, Sabtu (2/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan tidak bisa dilakukan secara parsial. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus mendorong penguatan pendidikan karakter, peningkatan kompetensi guru, pemanfaatan teknologi, serta pemerataan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat.

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan, peringatan Hari Pendidikan Nasional tidak boleh dimaknai sekadar seremoni tahunan, melainkan sebagai momentum refleksi bersama.

"Ini momentum refleksi untuk memperkuat komitmen dalam membangun daerah dan mencerdaskan kehidupan bangsa," imbuhnya.

Sejalan dengan itu, Subandi juga menekankan pentingnya kualitas sumber daya manusia dalam mendukung keberhasilan otonomi daerah.

"Otonomi daerah tanpa kualitas sumber daya manusia tidak akan menghasilkan kemajuan yang berkelanjutan serta mengajak untuk membangun Sidoarjo yang maju, berdaya saing, dan bermartabat," tuturnya.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sendiri mencatat capaian kinerja dengan meraih penghargaan penyelenggaraan pemerintahan daerah kategori tertinggi serta peringkat kedua dari 415 kabupaten di Indonesia.

Namun, ia menegaskan capaian tersebut bukan akhir.

"Tantangan ke depan tidaklah ringan karena dihadapkan pada tuntutan pelayanan yang semakin cepat, transparan, dan berbasis digital, sehingga transformasi birokrasi harus terus didorong agar menjadi adaptif, inovatif, dan berorientasi pada hasil," pungkasnya.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads