Kades Buncitan Sidoarjo Sempat Mondar-mandir Sebelum Bunuh Diri

Kades Buncitan Sidoarjo Sempat Mondar-mandir Sebelum Bunuh Diri

Suparno - detikJatim
Senin, 04 Mei 2026 19:30 WIB
Ilustrasi Gantung Diri
Ilustrasi bunuh diri (Foto: Mindra Purnomo)
Sidoarjo -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Polisi mengungkap hasil pemeriksaan rekaman CCTV terkait meninggalnya Kepala Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, berinisial MJ (56). Dari rekaman kamera pengawas dan keterangan saksi, diketahui aktivitas korban sejak tiba di balai desa hingga akhirnya ditemukan tidak bernyawa.

Kasatreskrim Polresta Sidoarjo AKP Siko Sesaria Putra Suma mengatakan, korban datang ke kantor desa pada pagi hari dan sempat beberapa kali terlihat berpindah tempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berdasarkan hasil pemeriksaan rekaman CCTV, korban datang ke balai desa sekitar pukul 10.05 WIB dan masuk ke area kantor desa," ujar AKP Siko, Senin (4/5/2026).

Tak lama setelah tiba, korban terlihat menuju area kamar mandi dengan masih mengenakan jaket dan helm.

ADVERTISEMENT

Selanjutnya, sekitar pukul 11.06 WIB, korban terekam mondar-mandir di sekitar lokasi dan mengambil selang air.

"Pada rekaman terlihat korban sempat mengambil selang air dan memotong bagian selang tersebut," jelasnya.

Kemudian sekitar pukul 12.00 WIB, korban kembali masuk ke kamar mandi dan terlihat sudah berganti mengenakan kaos berwarna kuning.

Lima menit kemudian, tepatnya sekitar pukul 12.05 WIB, korban keluar dari kamar mandi dan masuk ke ruang kerjanya.

"Setelah itu korban tidak lagi terlihat keluar dari ruangan hingga akhirnya ditemukan oleh saksi," tambah Siko.

Korban baru diketahui dalam kondisi tidak bergerak sekitar pukul 16.00 WIB oleh petugas kebersihan bernama Khosim yang datang ke lokasi.

Dari keterangan keluarga, korban diketahui meninggalkan rumah sekitar pukul 10.00 WIB. Anak korban juga mengaku masih sempat berkomunikasi dengan korban sekitar pukul 13.00 WIB.

"Sinkronisasi waktu dari CCTV, keterangan saksi, dan keluarga masih terus kami dalami untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian," terang Siko.

Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan medis. Dari hasil penyelidikan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dari pihak lain.

"Saat ini kesimpulan sementara tidak ditemukan keterlibatan orang lain. Namun seluruh proses penyelidikan tetap dilakukan secara menyeluruh," pungkasnya.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads