Akhir Tragis Kades Buncitan Sidoarjo Pilih Bunuh Diri gegara Beban Utang

Round Up

Akhir Tragis Kades Buncitan Sidoarjo Pilih Bunuh Diri gegara Beban Utang

Amir Baihaqi - detikJatim
Selasa, 05 Mei 2026 07:30 WIB
Ilustrasi Gantung Diri
Ilustrasi (Foto: Mindra Purnomo)
Sidoarjo -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Kasus meninggalnya Kepala Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, berinisial M (55) menemui titik terang. Polisi memastikan korban meninggal dunia akibat bunuh diri. Ini setelah dilakukan serangkaian penyelidikan.

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, AKP Siko Sesaria Putra Suma menyampaikan hasil penyelidikan setelah dilakukan autopsi di RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari hasil penyelidikan yang kami lakukan, peristiwa ini murni bunuh diri," kata Siko kepada wartawan di Mapolresta Sidoarjo, Selasa (5/5/2026).

Siko menambahkan dugaan bunuh diri diperkuat dari hasil penyelidikan. Salah satunya dari pencarian riwayat di handphone korban yang sempat mencari cara bunuh diri.

ADVERTISEMENT

"Dari handphone korban ditemukan riwayat pencarian mengenai cara bunuh diri, termasuk teknik simpul dan efek jeratan di leher," jelasnya.

Sedangkan untuk motifnya, Siko menyebut beban utang jual beli tanah dan kepada RT membuat korban mengalami tekanan.

"Diduga ada permasalahan ekonomi yang dialami korban. Di antaranya terlilit utang berjumlah Rp 370 juta. Di antaranya utang jual beli tanah sekitar Rp 270 juta dan utang kepada salah satu Ketua RW sekitar Rp 100 juta," jelas Siko.

Korban diketahui tinggal di kawasan Perumahan Raha Sedati, Kecamatan Sedati. Ia ditemukan meninggal dunia di ruang kerjanya di kantor desa pada Minggu (3/5) sore sekitar pukul 16.30 WIB.

Dalam proses olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sejumlah barang bukti di lokasi. Di antaranya satu pasang sandal warna cokelat, satu unit handphone, sepeda motor Honda Vario, selang air warna biru sepanjang kurang lebih 140 cm, serta dua lembar dokumen berupa surat yang ditulis tangan dan surat perjanjian kerja.

Siko mengatakan, korban datang ke kantor desa pada pagi hari dan sempat beberapa kali terlihat berpindah tempat.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan rekaman CCTV, korban datang ke balai desa sekitar pukul 10.05 WIB dan masuk ke area kantor desa," ujar AKP Siko, Senin (4/5/2026).

Tak lama setelah tiba, korban terlihat menuju area kamar mandi dengan masih mengenakan jaket dan helm. Selanjutnya, sekitar pukul 11.06 WIB, korban terekam mondar-mandir di sekitar lokasi dan mengambil selang air.

"Pada rekaman terlihat korban sempat mengambil selang air dan memotong bagian selang tersebut," ujarnya.

Kemudian sekitar pukul 12.00 WIB, korban kembali masuk ke kamar mandi dan terlihat sudah berganti mengenakan kaus berwarna kuning. Lima menit kemudian, tepatnya sekitar pukul 12.05 WIB, korban keluar dari kamar mandi dan masuk ke ruang kerjanya.

"Setelah itu korban tidak lagi terlihat keluar dari ruangan hingga akhirnya ditemukan oleh saksi," tambah Siko.

Korban baru diketahui dalam kondisi tidak bergerak sekitar pukul 16.00 WIB oleh petugas kebersihan bernama Khosim yang datang ke lokasi.

Dari keterangan keluarga, korban diketahui meninggalkan rumah sekitar pukul 10.00 WIB. Anak korban juga mengaku masih sempat berkomunikasi dengan korban sekitar pukul 13.00 WIB.

"Sinkronisasi waktu dari CCTV, keterangan saksi, dan keluarga masih terus kami dalami untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian," terang Siko.

Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan medis. Dari hasil penyelidikan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dari pihak lain.

"Saat ini kesimpulan sementara tidak ditemukan keterlibatan orang lain. Namun seluruh proses penyelidikan tetap dilakukan secara menyeluruh," pungkasnya.

Sebelumnya, warga Sidoarjo digegerkan dengan temuan Kepala Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, berinisial MJ (56), yang meninggal dunia di ruang kerjanya, Minggu (3/5/2026) sore. Korban ditemukan dalam posisi duduk di sofa dengan kondisi mengenaskan.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads