Dulu Digadang Jadi Mal Nganjuk, Gedung Megah di Warujayeng Kini Mangkrak

Dulu Digadang Jadi Mal Nganjuk, Gedung Megah di Warujayeng Kini Mangkrak

Bakrie - detikJatim
Selasa, 12 Mei 2026 08:00 WIB
Kondisi terkini Extra Center, yang disebut-sebut malnya Nganjuk
Kondisi terkini Extra Center, yang disebut-sebut malnya Nganjuk (Foto: Bakrie/detikJatim)
Nganjuk -

Sebuah gedung besar dua lantai di pinggir Jalan Raya Kelurahan Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk menjadi perbincangan warga dan netizen. Bangunan megah berbentuk huruf L yang dikenal dengan nama 'Extra Center' itu disebut-sebut pernah dipersiapkan menjadi malnya Nganjuk.

Pantauan detikJatim di lokasi, bangunan tersebut mangkrak dan terbengkalai. Halaman depannya dipenuhi tanaman liar. Sebagian pagar terlihat roboh. Pada dinding bangunan juga terdapat tulisan pemberitahuan bahwa tanah dan bangunan dilelang oleh sebuah bank swasta.

Zainuri, (60), warga Kelurahan Warujayeng yang memiliki sawah di sebelah gedung tersebut mengatakan, bangunan itu sempat dibuka sekitar tahun 2019. Saat itu, menurut dia, gedung tersebut diisi berbagai macam barang layaknya toko swalayan besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dulu sempat buka sebentar. Mungkin seperti Prima atau Luwes (toko swalayan besar di Nganjuk), tapi belum sampai setahun sudah tutup," ujar Zainuri, Selasa (12/6/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Zainuri, warga sekitar banyak yang menyebut bangunan itu sebagai mal, karena ukuran gedungnya besar dan mencolok dibanding bangunan lain di sekitarnya.

Perbincangan soal gedung itu kembali ramai setelah seorang netizen mengunggah foto bangunan tersebut di media sosial pada Sabtu (9/5/2026). Dalam unggahan itu tertulis caption "Mall Nganjuk Extra Center, sekarang tinggal kenangan".

Unggahan tersebut kemudian viral dan memancing beragam komentar netizen. Sebagian besar juga menyebut gedung itu sebagai mal yang gagal beroperasi.

Sementara Plt Kepala Kelurahan Warujayeng, Okky Rio Andika Putra mengatakan bahwa bangunan tersebut merupakan milik seorang pengusaha asal Kecamatan Tanjunganom. Lokasinya berada sekitar 200 meter di utara kantor kelurahan.

Menurut Okky, gedung itu sebenarnya belum pernah diresmikan sebagai pusat perbelanjaan.

"Dulu sekitar tahun 2019 sampai 2020, beberapa stan memang sempat disewa untuk toko HP. Tapi hanya berjalan beberapa bulan lalu tutup. Jadi belum pernah terisi penuh dan belum pernah launching," jelas Okky.

Saat ini, lanjut Okky, bangunan tersebut masih dalam status dijual. Namun belum laku sehingga tetap kosong dan tidak terawat.

Selain dikenal sebagai bangunan mangkrak, gedung itu juga kerap dikaitkan dengan cerita mistis oleh warga sekitar.

"Banyak warga sekitar yang menganggap lokasi itu angker," pungkasnya.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads