Sebanyak 200 siswa dari 12 sekolah di kawasan Tembok Dukuh, Surabaya keracunan massal usai menyantap menu daging krengsengan makan bergizi gratis (MBG). Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini telah menarik seluruh menu makanan.
Ketua Satgas MBG Jatim, Emil Elestianto Dardak memberi informasi terbaru terkait kondisi ratusan siswa yang keracunan massal.
"Jadi laporan tim Dinkes Jatim di lapangan, ada 197 siswa (yang diduga keracunan massal)," kata Emil kepada detikJatim, Senin (11/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Emil menyebut, dari total 197 siswa, sebanyak 3 siswa menjalani perawatan di rumah sakit atau masuk rumah sakit (MRS). Sementara, lima siswa lainnya sedang menjalani observasi di Puskesmas Tembok Dukuh.
"Sementara siswa lainnya sedang rawat jalan dan ada yang sudah pulang ke rumah masing-masing," tambah Emil.
Emil menekankan fokus utama dirinya adalah memastikan penanganan maksimal terhadap para korban keracunan massal.
"Kita fokus khusus untuk case yang ada di Surabaya. Kita pastikan penanganan terhadap korban semaksimal mungkin dan dilayani sebaik-baiknya," tandasnya.
Sebelumnya diketahui, sejumlah siswa masih menjalani rawat inap usai keracunan massal makan bergizi gratis (MBG) di kawasan Tembok Dukuh, Surabaya, Senin (11/5/2026). Sementara sebagian besar siswa lainnya sudah diperbolehkan pulang setelah mendapat penanganan medis.
Kasus keracunan massal ini menimpa 200 siswa dari 12 sekolah di kawasan Tembok Dukuh. Siswa keracunan akibat menu masakan dari SPPG Tembok Dukuh.
(auh/hil)
