Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kota Kediri menggelar pelatihan intensif untuk memperkuat kapasitas relawan kemanusiaan. Sebanyak 29 anggota Brigade Penolong (BP) digembleng dalam diklat kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.
Pelatihan berlangsung selama dua hari di Omah Sawah, Kelurahan Burengan, Kota Kediri, Rabu (13/5/2026). Peserta yang terdiri dari siswa SMA/SMK hingga mahasiswa ini dibekali teori dan praktik penanganan bencana.
Ketua Harian Kwarcab Pramuka Kota Kediri, Adi Sutrisno, mengungkapkan bahwa agenda ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemampuan teknis anggota di lapangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini agenda rutin kami. Tujuannya adalah brainstorming sekaligus meningkatkan kapasitas anggota Brigade Penolong agar lebih sigap," kata Adi kepada detikJatim, Rabu (13/5/2026).
Selama ini, eksistensi Brigade Penolong memang lebih banyak berada di balik layar melalui pendampingan bersama Kwarda Jatim serta kolaborasi operasi SAR dengan Basarnas dan BPBD.
Namun, ke depan Adi memproyeksikan para relawan muda ini lebih menonjol dalam aksi sosial langsung.
"Ke depan, Brigade Penolong harus punya kegiatan yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat. Mulai dari aksi sosial, penanganan bencana, hingga distribusi bantuan sembako," imbuh Adi.
Dalam diklat kali ini, peserta tidak hanya diberikan teori, tetapi juga praktik lapangan yang menantang. Beberapa materi inti yang diberikan antara lain: Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K), teknik evakuasi darurat dan pemadaman api ringan, vertical rescue menggunakan tali dan manajemen dapur umum, hingga penguatan karakter kepemimpinan, kerja tim, dan materi kepramukaan.
Tak main-main, Kwarcab Kota Kediri juga menggandeng sejumlah instansi terkait sebagai pemateri dan mitra strategis. Mulai dari BPBD, BNN, Dinas Sosial, hingga jajaran pengurus Kwarcab dari berbagai bidang.
"Kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan BPBD, BNN, dan Dinsos agar setiap pergerakan Brigade Penolong semakin memberikan manfaat nyata bagi warga Kediri," tegas Adi.
Ia berharap, dengan bertambahnya jumlah anggota yang kompeten, Brigade Penolong bisa menjadi garda terdepan saat terjadi bencana maupun kegiatan kemanusiaan lainnya di Kota Kediri.
"Harapannya, mereka benar-benar hadir dan bisa diandalkan masyarakat dalam berbagai situasi darurat," pungkasnya.
(auh/abq)
