Kasus balita yang dicubit pembeli buah hingga menangis histeris di kawasan Sekardangan, Sidoarjo akhirnya berujung damai. Orang tua korban memilih menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan setelah terduga pelaku datang langsung meminta maaf usai video rekaman CCTV viral di media sosial.
Ayah balita tersebut, Muhammad Dian Abdullah Naji mengaku sedih melihat anak pertamanya menangis histeris akibat perlakuan itu. Namun, keluarga memutuskan tidak membawa kasus tersebut ke ranah hukum.
"Sebagai orang tua ya sedih, anak pertama saya menangis histeris karena diperlakukan seperti itu. Tapi karena yang bersangkutan sudah datang meminta maaf, kami memilih menyelesaikan secara baik-baik," ujar Dian kepada detikJatim di toko buahnya, Kamis (14/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peristiwa itu terjadi sekitar enam hari lalu saat istri Dian sedang menjaga toko buah sambil menggendong anak mereka. Saat itu, seorang emak-emak datang membeli semangka dan melon di lapak buah kawasan Sekardangan, Sidoarjo.
"Istri saya sedang melayani pembeli sambil menggendong anak. Tiba-tiba anak dicubit sampai menangis keras," katanya.
Awalnya, keluarga korban tidak mengetahui penyebab balita tersebut menangis histeris. Bahkan saat ditanya, terduga pelaku disebut sempat mengelak.
"Awalnya istri saya tanya ke yang bersangkutan, tapi dia tidak mengaku kalau jadi penyebab anak saya menangis," ujar Dian.
Karena penasaran, keluarga kemudian memeriksa rekaman CCTV di toko buah tersebut. Dari rekaman itulah terlihat seorang emak-emak diduga mencubit balita hingga menangis keras.
"Setelah kami tunjukkan video CCTV, baru yang bersangkutan mengakui," katanya.
Video rekaman CCTV itu kemudian viral di media sosial dan memicu beragam reaksi netizen. Sehari setelah kejadian, terduga pelaku bersama suaminya mendatangi toko buah milik Dian.
Menurut Dian, kedatangan mereka awalnya meminta agar video tersebut diturunkan dari media sosial. Bahkan keluarga korban mengaku sempat mendapat ancaman akan dilaporkan ke polisi karena video sudah viral.
"Mereka datang minta video itu diturunkan, bahkan sempat bilang mau lapor polisi karena videonya viral," jelas Dian.
Dian mengaku mengunggah video tersebut karena kecewa terhadap sikap pelaku yang tidak langsung mengakui perbuatannya saat anaknya menangis.
"Saya kecewa sekali, waktu anak saya nangis malah mengelak. Akhirnya video itu saya unggah," tambahnya.
Meski sempat memanas, persoalan akhirnya diselesaikan secara damai. Pelaku bersama suaminya kembali datang untuk meminta maaf langsung kepada keluarga korban dan permintaan maaf itu diterima.
"Istri saya sudah menerima permintaan maaf mereka. Kami sepakat masalah ini diselesaikan dengan saling memaafkan dan tidak lanjut ke polisi," pungkas Dian.
Hingga kini, alasan pasti aksi pencubitan itu belum diketahui secara jelas. Berdasarkan pengakuan pelaku, tindakan tersebut dilakukan karena merasa gemas kepada balita itu dan tidak memiliki niat buruk.
"Katanya cuma gemas sama anak, tidak ada niat apa-apa," jelas Dian.
Dian menyebut perempuan tersebut masih tinggal di lingkungan sekitar rumahnya. Namun, ia bukan pelanggan tetap di toko buah mereka. Sementara sang suami justru cukup sering berbelanja dan dikenal baik oleh keluarga.
(ihc/hil)
