Pilu 2 Anak Naik Motor Tewas Terlindas Truk Molen di Perempatan Gedangan

Round Up

Pilu 2 Anak Naik Motor Tewas Terlindas Truk Molen di Perempatan Gedangan

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Minggu, 17 Mei 2026 09:45 WIB
Kecelakaan melibatkan 2 anak yang berboncengan motor dengan truk molen. Kedua anak meninggal terlindas truk.
Kecelakaan melibatkan 2 anak yang berboncengan motor dengan truk molen. Kedua anak meninggal terlindas truk.(Foto: Istimewa)
Sidoarjo -

Suasana duka menyelimuti Desa Tebel Barat, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo, setelah dua bocah perempuan tewas dalam kecelakaan maut di Jalan Raya Gedangan, Sabtu (16/5/2026) sore.

Kedua korban yang dikenal sebagai sahabat dekat itu meninggal dunia usai motor yang mereka tumpangi diduga terjatuh lalu terlindas truk molen di kawasan sebelum traffic light (TL) perempatan Gedangan.

Kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 16.20 WIB di jalur dari arah Sidoarjo menuju Waru. Korban diketahui berinisial AF (13) dan LF (9), warga Desa Tebel Barat RT 4 RW 1, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat kejadian, AF mengendarai sepeda motor Honda BeAT bernopol W 3872 NEU dan membonceng LF. Diduga, sepeda motor yang mereka tumpangi kehilangan kendali ketika berpindah jalur hingga terjatuh ke sisi jalan.

ADVERTISEMENT

Di saat bersamaan, melaju truk molen Dynamix bernopol B 9489 BIA yang dikemudikan Muhammad Alvian (25), warga Medan, Sumatera Utara. Kedua bocah itu kemudian diduga terlindas roda belakang truk hingga meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka berat di bagian kepala.

Salah satu saksi mata, Efendi (29) mengatakan, sepeda motor korban sempat terlihat berpindah jalur sebelum terjatuh.

"Pengendara motor itu seperti mau pindah jalur, lalu terpeleset jatuh. Bersamaan dari belakang ada truk molen melintas," kata Efendi di lokasi kejadian, Sabtu (16/5/2026).

Kanit Lantas Polsek Gedangan Iptu Slamet membenarkan adanya kecelakaan maut tersebut. Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi korban ke RSUD Sidoarjo.

"Benar, telah terjadi kecelakaan lalu lintas antara sepeda motor Honda BeAT dengan truk molen di Jalan Raya Gedangan sebelum TL perempatan Gedangan," ujar Iptu Slamet.

Ia menjelaskan kedua korban mengalami luka berat di bagian kepala hingga meninggal dunia di lokasi kejadian.

"Korban dua orang anak perempuan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka berat di bagian kepala," tambahnya.

Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut. "Saat ini korban sudah dievakuasi ke RSUD Sidoarjo dan anggota masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kecelakaan," pungkasnya.

Kabar meninggalnya AF dan LF langsung membuat suasana Desa Tebel Barat berduka. Kedua korban diketahui merupakan sahabat dekat sekaligus tetangga yang hampir selalu bersama dalam kesehariannya.

Salah seorang tetangga korban, Maslukha (51), mengatakan AF dan LF dikenal sangat akrab sejak kecil.

"Anaknya memang selalu berdua ke mana-mana. Mau sekolah, main, sampai berangkat ngaji juga selalu bersama," kata Maslukha kepada wartawan.

Menurutnya, meski berbeda usia dan jenjang sekolah, keduanya nyaris tidak pernah terpisah.

"Rumahnya dekat, tetangga dekat juga. AF kelas VI SD, sedangkan LF kelas IV SD Negeri Tebel. Walaupun beda kelas, tiap hari tetap bersama," ujarnya.

Duka mendalam juga dirasakan teman-teman sekolah korban. Salah seorang teman korban, Lhala (12) mengungkapkan, sebelum kejadian AF sempat berpamitan hendak mengecek pendaftaran sekolah SMP Dharma Wanita di kawasan Gedangan.

"Katanya mau cek daftar sekolah SMP Dharma Wanita," ujar Lhala saat ditemui di rumah duka.

Menurut Lhala, AF sebenarnya jarang mengendarai sepeda motor di jalan raya besar. "Biasanya cuma naik motor di sekitar kampung Tebel Barat saja. Nggak pernah lewat jalan raya sini," katanya.

AF juga diketahui beberapa kali bercerita ingin melanjutkan sekolah ke SMP Dharma Wanita. "Dia pernah cerita pengin sekolah di sana," tambahnya.

Sementara itu, warga lainnya mengaku syok karena sehari-hari kedua korban lebih sering menggunakan sepeda listrik dibanding sepeda motor.

"Saya sempat kaget, sejak kapan mereka naik sepeda motor. Setahu saya setiap hari mereka pakai sepeda listrik kalau aktivitas di kampung," kata Diky (16), tetangga korban.

Menurutnya, AF dan LF memang dikenal sangat dekat dan hampir selalu bersama ke mana pun pergi. "Mereka memang dekat sekali. Main bersama, keluar kampung juga sering berdua," ujarnya.

Warga awalnya bahkan mengira kendaraan yang mengalami kecelakaan adalah sepeda listrik milik korban.

"Kami semua syok mendengar kabar itu. Soalnya mereka masih kecil dan sehari-hari sering terlihat main bersama di kampung," tambahnya.

Kini kasus kecelakaan maut tersebut ditangani Unit Gakkum Satlantas Polresta Sidoarjo. Polisi juga telah mengamankan sopir truk molen untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait insiden tersebut.




(ihc/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads