Sebuah rumah di Dusun Bakalan, Desa Rowomarto, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk rusak berat akibat ledakan, yang diduga berasal dari petasan Minggu (17/5/2026) siang.
Akibat kejadian itu, peracik petasan sekaligus pemilik rumah, M. Sukar, (37), mengalami luka bakar serius hingga sekitar 90 persen. Dia menjalani perawatan intensif di RSUD Kertosono.
Informasi yang dihimpun detikJatim, Peristiwa terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Warga sekitar berhamburan setelah mendengar suara ledakan keras dari arah rumah korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Waktu itu saya pas istirahat di rumah, tiba-tiba terdengar suara ledakan kencang sekali," ungkap Suyanto, Kepala Dusun (Kasun) Bakalan yang juga tetangga korban, Minggu (17/5/2026) sore.
Suyanto menyebut, saat kejadian Sukar memang sedang meracik petasan di dalam rumah. Bukan untuk dijual, tetapi untuk dipakai sendiri Hari Raya Idul Adha.
"Memang sering membuat mercon (petasan) untuk Idul Fitri atau Idul Adha. Tadi itu diduga saat sedang meracik di dalam rumah, tiba-tiba meledak," terang Suyanto.
Saat ledakan terjadi, lanjut Suyanto, di dalam rumah sebenarnya juga ada anak dan orangtua korban. Namun keduanya selamat karena berada di ruangan berbeda. Ledakan disebutnya hanya terjadi di ruangan tempat korban meracik petasan.
Petugas kepolisian telah mengamankan seluruh barang bukti dari lokasi. Selanjutnya, barang bukti dibawa ke Polsek Patianrowo untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Saat didatangi, kondisi bangunan sudah rusak parah. Korban ditemukan mengalami luka bakar di hampir sekujur tubuh akibat ledakan yang diduga berasal dari bahan petasan yang sedang diraciknya.
Kasi Humas Polres Nganjuk, AKP Fajar Kurniadhi mengatakan, dari hasil penyelidikan awal, sebelum ledakan terjadi korban diduga sedang membuat atau meracik mercon di dalam rumah.
Dugaan itu diperkuat dari keterangan orangtua korban serta temuan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian.
"Di lokasi ditemukan bubuk bahan mercon sekitar 1,5 kilogram, satu mercon ukuran besar, 118 mercon ukuran sedang, 304 mercon ukuran kecil, satu renteng petasan berisi 45 buah, enam mercon botol plastik, dan satu timbangan digital," ujar Fajar.
Menurut Fajar, bubuk petasan tersebut diketahui dibeli korban secara daring. Petasan rakitan itu rencananya akan digunakan untuk pesta menyambut Hari Raya Idul Adha.
(auh/hil)
