Muktamar ke-35 PBNU akan digelar Agustus 2026. Prof Dr KH Said Aqil Siroj MA memastikan dirinya tidak akan maju sebagai Calon Ketua Umum (Caketum) maupun Rais Aam PBNU.
"Saya nggak akan maju, saya nggak akan maju," kata Kiai Said di Surabaya, Selasa (19/5/2026).
Kiai Said mengaku dirinya sudah terlalu tua untuk menjadi Ketum PBNU. Ia ingin ada regenerasi di tubuh PBNU.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya nggak akan maju, sudah tua saya, sudah 73 umur saya, sudah 73 (tahun). Tinggal gantian lah, regenerasi yang lebih cerdas," jelasnya.
Ditanya kembali untuk maju sebagai Rais Aam PBNU pada periode yang akan datang? Kiai Said menyatakan dirinya belum pantas menjadi Rais Aam PBNU.
"Ya sama saja artinya saya belum pantas jadi Rais Aam, kira-kira kan harus kiai udeng-udeng, saya kan nggak pakai udeng-udeng," ujarnya sambil tertawa.
PBNU telah memutuskan akan menghelat muktamar ke-35 pada 1-5 Agustus 2026. Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) dalam rangka menyiapkan materi yang akan dibawa ke muktamar akan dilaksanakan pada Juni.
"Muktamar NU insyaallah akan dilaksanakan pada tanggal 1 sampai 5 Agustus 2026," ujar Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam keterangannya dilansir dari detikNews, Kamis 7Mei 2026.
Sementara terkait lokasi muktamar hingga kini belum diputuskan. Gus Ipul menjelaskan sudah ada beberapa daerah yang mengusulkan siap menjadi tuan rumah, seperti NTB, Sumatera Barat, dan Jawa Timur. Namun semua usulan masih digodok untuk menghasilkan keputusan terbaik.
Mengenai kepanitiaan, Gus Ipul memastikan seluruhnya sudah disusun lengkap dan telah diserahkan ke Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf. Dengan demikian tinggal menunggu diterbitkan surat keputusan.
Gus Ipul juga merespons soal nama-nama potensial calon Ketua Umum PBNU. Gus Ipul menyebut banyak nama-nama yang berpotensi seperti Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar hingga Ketua Umum PBNU saat ini Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.
"Salah satu yang berpotensi ya, kalau bicara itu salah satu yang berpotensi karena Pak Nasaruddin Umar juga pernah jadi Katib Aam sebelumnya, Gus Yahya dulu juga pernah jadi Katib Aam sebelumnya, Kiai Said (Said Aqil Siroj) kalau nggak salah sebelumnya juga pernah jadi Katib Aam," ujar Gus Ipul, Jumat (8/5).
"Jadi semuanya sebenernya punya potensi ya punya potensi tinggal berkenan apa nggak," tambahnya.
Namun secara khusus calon pastinya belum ada. Gus Ipul menyebut kesempatan untuk mencalonkan diri jadi calon Ketum PBNU terbuka.
"Calon-calon belum ada secara khusus, tetapi ya semua diberi kesempatan, semua diberi kesempatan untuk bisa mencalonkan diri, apalagi Nahdlatul Ulama ini besar," ujarnya.
(irb/dpe)
