Besek Bambu di Malang Laris Manis Jadi Pengganti Plastik Jelang Idul Adha

Besek Bambu di Malang Laris Manis Jadi Pengganti Plastik Jelang Idul Adha

M Bagus Ibrahim - detikJatim
Selasa, 26 Mei 2026 06:40 WIB
Salah satu pekerja di workshop Sang Bamboo menunjukkan hasil produksi besek bambu
Salah satu pekerja di workshop Sang Bamboo menunjukkan hasil produksi besek bambu. (Foto: M Bagus Ibrahim/detikJatim)
Malang -

Perajin besek bambu di Kota Malang sumringah menjelang Hari Raya Idul Adha tahun 1447 hijriah. Pasalnya, wadah dari anyaman bambu itu laris manis dicari masyarakat sebagai bungkus daging pengganti plastik yang harganya kian mahal.

Seperti yang dirasakan Pringga Adityawan pengrajin bambu sekaligus pemilik workshop Sang Bamboo. Pringga, sapaan akrabnya, mengaku penjualan besek bambu yang dia produksi mengalami peningkatan hingga 50% menjelang Hari Raya Idul Adha.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pesanan meningkat pada momen Idul Adha ini sampai 50%. Rata-rata dalam sehari kami membuat 200 hingga 300 besek berbagai ukuran," terang Pringga saat ditemui di workshopnya yang ada di Jalan Danau Bratan Timur III, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Selasa (26/5/2026).

Pringga menjelaskan bahwa permintaan besek yang dia terima memiliki ukuran bervariasi. Sejauh ini permintaan paling banyak adalah besek ukuran 20 x 20 cm atau 15 x 15 cm.

ADVERTISEMENT

"Harganya juga menyesuaikan dengan ukuran. Mulai dari Rp 4 ribu sampai Rp 7 ribu. Pesanan yang saya terima ini kebanyakan dari Malang Raya, tapi ada juga pesanan dari berbagai daerah di wilayah Jawa Timur," terangnya.

Selain harganya yang terjangkau, Pringga menyebut besek bambu ini memiliki keunggulan ketika digunakan untuk wadah pembungkus daging. Salah satunya adalah zat anti bakteri dan penetralisir bau yang berasal dari bahan baku besek yakni bambu.

Tak hanya itu, besek bambu disebut memiliki sifat biodegradable yang membuatnya mudah terurai dibandingkan dengan kantong plastik.

"Konsep utama memakai besek, adalah karena ramah lingkungan dibanding kantong plastik. Terlebih harga kantong plastik saat ini mahal, jadi banyak masyarakat yang kemudian beralih menggunakan besek bambu," tandasnya.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads