Kebakaran di Kawasan Banyu Urip Surabaya menghanguskan rumah dan menewaskan dua penghuninya, nenek dan cucu. Sebelum api melalap rumah, saksi mengaku pemilik diduga teledor.
Rumah yang terbakar diketahui dihuni oleh keluarga Dwi Priyo Aprianto. Adapun korban yang tewas adalah Suamah (71) dan cucunya Muhammad Azzam Rizki Pratama (14) siswa kelas 1 SMPN 46.
Sedangkan korban luka yakni Meiga Dita Fisilia (39) istri Dwi Priyo Aprianto mengalami luka robek di telapak tangan, lalu penghuni kos bernama Tiwuk Suryati (46) yang mengalami dislokasi kaki kanan dan kiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua RT 8 RW 4 Kelurahan Banyu Urip, Dian Bagus mengatakan, Dwi merupakan teknisi motor listrik. Menurutnya, awal mula kebakaran berawal dari ledakan baterai yang dicas oleh Dwi.
"Pemilik rumah ini kan teknisi motor listrik. Pengakuan dari yang punya, waktu itu ngecas tiga baterai motor listrik itu di jumper terus ngefong," kata Dian, Selasa (26/5/2026).
Menurutnya, sang teknisi kala itu sedang mengisi daya baterai di halaman rumah. Ketika terjadi korsleting, api menjalar ke elpiji lalu terbakar hebat.
"Ngecasnya di halaman ini, elpiji juga baru dikirim di taruh depan. Ada sekitar 20 tabung. Akhirnya meletus, terus kena elpiji. Sempat ada ledakan, sering ledakannya," ujarnya.
Dian menerangkan, Dwi dikenal sebagai teknisi motor listrik. Saat kejadian, ia sedang menyervis motor listrik.
"Waktu kejadian Mas Dwi ini lagi nyervis motor listrik. Dia hanya teknisi saja, upgrade motor listrik yang bermasalah," tuturnya.
Sebelumnya, Kebakaran hebat melanda rumah dua lantai di kawasan Banyu Urip, Surabaya, Senin (26/5/2026) malam. Akibat peristiwa tersebut, dua penghuni rumah meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka-luka. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Laksita Rini, mengatakan pihaknya menerima laporan pada pukul 22.30 WIB dan langsung menerjunkan 14 unit armada pemadam ke lokasi.
Menurut Rini, lantai satu bangunan digunakan sebagai bengkel motor listrik, sedangkan lantai dua difungsikan sebagai toko sembako sekaligus tempat tinggal. Saat petugas tiba, lantai satu sudah hangus terbakar. Dugaan sementara, api berasal dari korsleting listrik saat pengisian daya baterai motor listrik yang berbahan lithium sehingga memicu ledakan dan membuat api cepat membesar.
Rumah tersebut dihuni enam orang. Empat penghuni berhasil selamat meski mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan medis. Sementara dua korban meninggal dunia dievakuasi ke RSU Dr. Soetomo Surabaya untuk penanganan lebih lanjut.
Rini menyebut kedua korban tewas merupakan nenek dan cucunya. Sang nenek ditemukan di kamar mandi lantai satu, sedangkan cucunya ditemukan di lantai dua. Diduga, keduanya terjebak saat berusaha menyelamatkan diri dari kepungan api yang sudah membesar, meski kronologi pasti masih dalam penyelidikan petugas.
(pfr/hil)
