Seorang pria mengamuk kepada petugas SPBU Taman Ria Maospati Magetan. Aksi pria mengamuk kepada petugas SPBU ini terekam kamera dan viral di media sosial.
Dalam video berdurasi 1 menit 30 detik tersebut tampak 2 orang pria tidak terima karena barcode BBM subsidi miliknya digunakan oleh petugas SPBU itu untuk mengisi kendaraan orang lain.
Dua pria dengan berkaus kuning krem celana pendek itu merasa kehilangan jatah BBM subsidi senilai Rp 500 ribu. Petugas SPBU berseragam merah itu tampak bingung menjawab kleduanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan polosnya dia mengaku lupa digunakan untuk mengisi kendaraan siapa. Petugas SPBU itu berdalih ada yang meminta tolong pengisian BBM karena kendaraan tidak memiliki barcode BBM subsidi.
"Ora trimo ping pisan ki, ping limo (tidak cuma satu kali ini tapi lima kali)," ucap pria dengan nada tinggi ke petugas SPBU seperti dilihat detikJatim, Kamis (28/5/2026).
"Kadang-kadang ono sing jaluk tulung (Terkadang ada yang minta tolong)," jawab petugas SPBU.
Petugas SPBU diamuk 2 pelanggan yang protes barcode miliknya malah dipakai untuk mengisi kendaraan orang lain. (Foto: tangkapan layar) |
"Satus rongatus gak popo, limangatus iki (seratus dua ratus gak papa, sampai Rp 500 ribu ini)," sambung pria itu mengacungkan tangan ke petugas SPBU.
Mendengar jawaban petugas tersebut, salah satu pria yang protes tidak bisa mengendalikan diri. Dia sempat melepas pukulan kepada petugas tersebut.
"Limangatus, kene arep budal kerjo ora iso (Rp 500 ribu seperti ini mau berangkat kerja tidak bisa)," kata pria yang memukul petugas tersebut.
Kapolsek Maospati AKP Vista Dwi Pujiningsih membenarkan kejadian itu terjadi di SPBU depan Taman Ria Maospati. Namun pihak Polsek belum menerima laporan dari korban.
"Setelah viral video itu anggota kami sudah cek lokasi dan memang ada kejadian itu. Namun tidak ada laporan resmi dari korban," ujar Vista kepada detikJatim, Kamis (28/5/2026).
Vista menambahkan peristiwa itu terjadi sekitar Rabu minggu lalu.
"Kejadian kalau ndak salah Rabu minggu lalu tapi infonya sudah damai," tandas Vista.
(ihc/dpe)
