Ceramah Menohok Ning Sisca Soal 'Ponpes Cabul': Bangkai Jangan Ditutupi!

Ceramah Menohok Ning Sisca Soal 'Ponpes Cabul': Bangkai Jangan Ditutupi!

Muhammad Aminudin - detikJatim
Senin, 01 Jun 2026 18:40 WIB
Ning Sisca Farisa Dhona saat ceramah soal pencabulan berkedok pesantren di Malang.
Ning Sisca Farisa Dhona saat ceramah soal pencabulan berkedok pesantren di Malang. (Foto: Istimewa/TikTok Ning Sisca Farisa Dhona)
Malang -

Penceramah asal Malang, Ning Sisca Farisa Dhona, melontarkan kritik tajam yang memicu kegemparan di media sosial. Dalam potongan video dakwah yang beredar luas, ia secara terbuka memperingatkan jemaah mengenai adanya praktik asusila yang bersembunyi di balik kedok institusi keagamaan di wilayah Malang.

Melalui akun TikTok resminya, @siscafarisadhona, Ning Sisca awalnya memuji konsistensi organisasi Yakuza Maneges bentukan Gus Thuba yang berani membongkar skandal pelecehan seksual di berbagai pesantren di luar daerah, seperti Pekalongan, Ngawi, dan Jember. Ia kemudian memberi sinyal bahwa gelombang pembongkaran kasus serupa akan segera bergeser ke Malang.

"Sebentar lagi menunggu kasus-kasus di Malang. Karena di Malang pun sendiri ada apa banyak?" tanya Ning Sisca dalam video yang dikutip pada Senin (1/6/2026). Pertanyaan tersebut langsung dijawab kompak oleh para jemaah, "banyak!"

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ning Sisca dengan nada bicara yang menohok mengingatkan agar masyarakat tidak bersikap permisif terhadap kejahatan moral, sekalipun pelaku menggunakan tameng agama, dalih mencari berkah, atau memiliki hubungan kekerabatan.

"Ning Sisca kok berani berbicara? Lho, nyuwun sewu, batang ojo sampek ditutup-tutupi. Barang lek sing ala, opo maneh sing bertopeng agama, embel-embele agomo, demi oleh barokah, barokah, barokah, tapi lek kelakuane ora bener yo awak dewe ora oleh bela (Lho, permisi, bangkai jangan sampai ditutup-tutupi. Barang kalau jelek, apalagi bertopeng agama, embel-embelnya agama, katanya demi dapat berkah, berkah, berkah tapi kalau kelakuannya tidak benar ya tidak boleh kita bela), sekalipun itu saudara kita," tegasnya.

ADVERTISEMENT

Reaksi Keras MUI

Pernyataan menohok Ning Sisca yang menyamakan dugaan praktik menyimpang itu dengan "bangkai yang tidak boleh ditutupi" langsung memicu reaksi keras dari hierarki ulama. Ketua MUI Bidang Pesantren sekaligus Ketua PBNU Bidang Keagamaan, Dr. H. Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) menyayangkan narasi itu karena dianggap melakukan generalisasi.

"Saya menyayangkan adanya pernyataan penceramah sdri Sisca yang menyebut seolah-olah banyak pesantren cabul di Malang tanpa disertai data dan fakta yang jelas," kata Gus Fahrur, Senin siang.

Pengasuh Ponpes An-Nur 1 Bululawang ini mengingatkan bahwa tuduhan yang dilempar secara serampangan di ruang publik dapat mencederai reputasi ratusan pesantren bersih di Malang yang dihuni puluhan ribu santri.

"Kalau memang ada kasus pidana atau kekerasan seksual di lingkungan tertentu, silakan disebutkan secara jelas dan diproses sesuai hukum," tegas Gus Fahrur. "Kita semua mendukung penindakan tegas terhadap pelaku. Namun jangan karena beberapa oknum lalu seluruh pesantren di Malang digeneralisasi dan diberi cap buruk."

Gus Fahrur meminta agar panggung ceramah diisi dengan narasi yang bertanggung jawab dan tidak sekadar memburu sensasi atau berujung fitnah.

"Pertanyaannya, berapa jumlah pesantren yang dimaksud? Di mana datanya? Jangan sampai pernyataan yang tidak didukung fakta justru berubah menjadi fitnah dan pembunuhan karakter terhadap lembaga pendidikan Islam," katanya.

"Kebebasan berbicara harus disertai tanggung jawab moral agar tidak menimbulkan keresahan dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga yang telah banyak berjasa bagi bangsa ini," imbuhnya.

Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, Ning Sisca belum memberikan konfirmasi lebih lanjut mengenai respons balik dan kritik atas isi ceramahnya yang viral itu.




(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads