Pemprov Jatim melalui BPBD berencana melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) saat musim kemarau. OMC ini difokuskan di daerah yang rawan kekeringan misal di wilayah pertanian.
Sejauh ini, sudah ada 8 kabupaten yang telah menertibkan SK Darurat Kekeringan yakni Banyuwangi, Bondowoso, Trenggalek, Kabupaten Pasuruan, Lumajang, Bangkalan, Kabupaten Blitar, dan Lamongan.
Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto menyatakan pihaknya masih mempertimbangkan melakukan OMC. Namun OMC belum diperlukan dalam waktu dekat ini. Pihaknya juga menunggu adanya rekomendasi dari BMKG.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masih belum diagendakan dalam waktu dekat ini," kata Gatot.
Gatot menunggu rekomendasi dari BMKG untuk pelaksanaan OMC. Nantinya OMC akan difokuskan di wilayah yang menjadi sektor lumbung pangan, terutama lahan pertanian padi.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Satriyo Nurseno menyebut biaya OMC di kisaran Rp 150-Rp 200 juta untuk sekali penerbangan.
"Estimasi Rp 150 juta sampai Rp 200 juta, tergantung jenis dan kapasitas pesawat. Dan juga tergantung nilai tukar dolar," jelas Satriyo.
Selain itu, biaya OMC bisa membengkak apabila jangkauan wilayah semakin jauh dari titik penerbangan dan faktor cuaca di lokasi OMC.
"Harga Rp 150 juta sampai Rp 200 juta ini sekali terbang. Kalau ada tambahan jam terbang karena cuaca atau area yang lebih luas dan jauh pasti ada tambahan biaya juga," tambahnya.
Satriyo menyebut ada sejumlah faktor agar OMC bisa dilakukan saat musim kemarau. Salah satunya terkait kondisi awan di satu daerah yang akan dilakukan OMC.
"Harus melihat dulu bagaimana awannya. Kalau memungkinkan, maka dilakukan OMC dengan menabur garam," jelasnya.
Untuk daerah yang disasar, Satriyo menyebut akan mengutamakan wilayah yang kekeringan misal banyak lahan pertanian atau waduk yang sudah kering.
"Kami sasar wilayah seperti daerah pertanian yang kekurangan distribusi air, termasuk waduk-waduk yang airnya sudah menipis. Itu sasaran OMC. Namun sekali lagi kami harus menunggu rekomendasi dari BMKG untuk OMC selama musim kemarau ini," tandasnya.
(auh/dpe)