2 Pelajar SD Tewas Tenggelam Saat Berenang di Ranu Betok Probolinggo

2 Pelajar SD Tewas Tenggelam Saat Berenang di Ranu Betok Probolinggo

M Rofiq - detikJatim
Jumat, 05 Jun 2026 20:30 WIB
Simulasi penanganan kecelakaan di Sungai Luworo yang dilakukan usai peresmian Jembatan Luworo, Pilang Kenceng, Kabupaten Madiun (dok BNPB)
Ilustrasi tewas tenggelam (Istimewa)
Probolinggo -

Dua pelajar sekolah dasar (SD) tewas tenggelam saat berenang di kawasan wisata alam Ranu Betok, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Jumat (5/6/2026) pukul 13.00 WIB.

Kedua korban diketahui bernama Aldi (12) dan Yudi (12), warga Dusun Manggisan, Desa Tiris, Kecamatan Tiris. Sementara satu pelajar bernama Taufik (13), yang tidak ikut berenang selamat.

Camat Tiris, Bambang Julius, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, peristiwa bermula ketika tiga pelajar berada di sekitar kawasan Ranu Betok. Tak lama kemudian, dua korban berenang dan tenggelam di perairan danau, sedangkan satu pelajar yang memancing berhasil selamat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Korbannya ada dua orang pelajar SD. Dua orang meninggal dunia dan satu orang selamat dari maut, karena tidak ikut berenang dengan korban, dia memilih memancing," ujar Bambang Julius saat dikonfirmasi melalui ponselnya.

ADVERTISEMENT

Setelah menerima laporan dari warga, petugas bersama masyarakat langsung bergerak melakukan pencarian dan evakuasi terhadap para korban. Kedua korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan selanjutnya dievakuasi dari lokasi kejadian.

Bambang menjelaskan, Ranu Betok merupakan kawasan wisata alam yang hingga kini belum dikelola secara maksimal. Karena itu, kondisi perairan di lokasi tersebut perlu mendapat perhatian khusus dari para pengunjung.

"Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkunjung ke kawasan ranu tersebut. Jangan mandi atau berenang sembarangan karena kondisi perairan di sana cukup berisiko," tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek Tiris Iptu Samsul Arifin mengatakan, berdasarkan informasi awal yang dihimpun petugas, terdapat tiga anak yang berada di lokasi kejadian. Dua anak diduga turun ke perairan dan kemudian tenggelam. Satu anak lainnya tidak ikut berenang dan langsung meminta bantuan warga setelah melihat kedua temannya tenggelam.

"Informasi sementara yang kami terima, ada tiga anak berada di lokasi. Dua anak diduga bermain atau mandi di sungai kemudian tenggelam. Satu anak lainnya tidak ikut mandi dan langsung meminta bantuan warga setelah melihat kedua temannya tenggelam," ujar Iptu Samsul Arifin.

Mendapat laporan tersebut, warga bersama petugas langsung melakukan pencarian. Kedua korban akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman guna memastikan kronologi lengkap kejadian. Namun, berdasarkan hasil penyelidikan awal, tidak ditemukan adanya unsur tindak pidana.

"Sementara hasil penyelidikan awal mengarah pada musibah tenggelam. Tidak ada indikasi tindak pidana. Namun kami tetap melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh kronologi kejadian," katanya.

Pihak kepolisian juga mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di sekitar sungai, embung, maupun lokasi wisata air lainnya yang berpotensi membahayakan keselamatan.

"Kami mengimbau kepada para orang tua untuk lebih mengawasi anak-anaknya, terutama saat bermain di sekitar sungai atau tempat wisata air. Keselamatan anak harus menjadi perhatian bersama agar kejadian serupa tidak terulang," pungkasnya.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads