Sebuah video yang memperlihatkan arogansi seorang pengendara motor terhadap seorang badut pengamen di Kota Tuban beredar viral di media sosial. Belakangan diketahui pelaku aadalah oknum polisi setempat.
Dari video yang beredar, insiden bermula saat pengamen badut tersebut hendak menyeberang jalan dari arah selatan. Ketika posisi badut sudah berada di tengah jalan, sebuah sepeda motor yang dikendarai seorang pria yang membonceng keluarganya melaju dengan kencang.
Akibatnya, badut pengamen yang berada di tengah jalan saat menyeberang tersenggol. Tampak ember yang dibawa sang badut untuk menampung dan isinya uang receh berserakan di jalanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukannya menyelesaikan masalah dengan tenang, pengendara motor tersebut justru berputar balik dengan emosi meluap-luap memarahi bahkan menampar badut pengamen itu.
Tak hanya itu, pelaku juga sempat menampar dan menoyor kepala badut berkali-kali. Pengendara motor tersebut bahkan memaksa sang badut untuk bersujud minta maaf di hadapannya.
Karena merasa takut, badut pengamen itu akhirnya terduduk di pinggir trotoar sambil terus-menerus meminta maaf dan menyatakan bahwa insiden tersebut hanya kesalahpahaman. Namun, amarah pelaku tetap tidak kunjung padam.
Sejumlah warga dan pengguna jalan yang menyaksikan kejadian itu sempat berteriak memperingatkan pelaku agar menghentikan aksinya. Bukannya mereda, pria tersebut justru makin kesal karena merasa malu ditonton banyak orang.
Situasi akhirnya berhasil dilerai setelah massa yang iba melihat kondisi korban beramai-ramai mengintervensi aksi pelaku. Video insiden ini pun langsung memicu sorotan tajam dan kecaman dari warganet di media sosial sebelum akhirnya berakhir di meja mediasi kepolisian.
Kasi Humas Polres Tuban, Iptu Siswanto saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa yang viral itu. Ia menyebut insiden itu terjadi di Jalan Sunan Kalijaga, Kota Tuban, Rabu (3/6) malam.
"Iya benar, Rabu malam kemarin," kata Siswanto kepada detikJatim, Sabtu (6/6/2026).
Siswanto juga membenarkan bahwa pelaku oknum anggota kepolisian. Ia menyebut pelaku berinisial TS (32). Sedangkan korban atau badut yang jadi korban kekerasan berinisial K (37) asal Rembang, Jawa Tengah.
"Terlapor berinisial TS merupakan tindakan individu," kata Siswanto.
Menurut Siswanto, korban setelah insiden dan viral di media sosial tidak membuat laporan, namun pihaknya gerak cepat dan telah memanggil kedua belah pihak baik korban maupun pelaku.
"Iya, ini kedua belah pihak telah dimediasi oleh unit Reskrim polsek kota karena terkait kejadian yang dilakukan," ujar Siswanto.
Pelaku, lanjut Siswanto, kemudian mengakui salah dan meminta maaf, sebaliknya korban telah memaafkan tindakan berlebihan oknum polisi tersebut. "Kedua belah pihak saling memaafkan dan tidak ada rasa dendam atau benci," kata Siswanto.
Siswanto menambahkan, selain meminta maaf, pelaku juga memberi konpensasi uang untuk biaya pengobatan. Hal itu dilakukan atas kesadaran pelaku tanpa ada paksaan.
"Pihak kedua (pelaku) sanggup mengganti biaya pengobatan pada pihak pertama (korban) sebesar Rp 150 ribu dengan ikhlas tanpa ada paksaan dari pihak manapun," ujar Siswanto.
(auh/abq)