Oknum polisi di Tuban yang viral menabrak dan menghajar badut pengamen telah dimediasi dan berkahir damai. Pelaku bahkan telah memberi uang damai untuk pengobatan.
Kasi Humas Polres Tuban, Iptu Siswanto mengatakan setelah insiden tersebut, pihaknya langsung memanggil pelaku berinisial TS (32) dan korban berinisial K (37) untuk proses mediasi.
Siswanto menambahkan, pihak kedua bahkan telah memberi konpensasi uang damai untuk pengobatan kepada korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pihak kedua (pelaku) sanggup mengganti biaya pengobatan pada pihak pertama (korban) sebesar Rp 150 ribu dengan ikhlas tanpa ada paksaan dari pihak manapun," ujar Siswanto dalam keterangannya, Sabtu (6/6/2026).
Siswanto menyebut proses damai tersebut tanpa ada paksaan atau tekanan dari pihak lain. Mediasi antara pelaku dan korban dilakukan dengan penuh kesadaran.
Meski telah berakhir damai, namun pelaku kini terancam sanksi dari Propam Polres Tuban. Ini karena Propam tetap melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.
"Sudah kami mulai periksa semalam. Dan hasilnya nanti akan kami serahkan kepada pimpinan. Kami tunggu nanti petunjuk selanjutnya dari atasan," kata Kasi Propam Polres Tuban Iptu Latief.
Latief menambahkan, adanya kesepakatan damai di antara kedua belah pihak tidak serta-merta menghapus dugaan pelanggaran kode etik atau disiplin yang dilakukan oleh oknum bintara tersebut.
Dia memastikan bahwa penegakan aturan internal Polri dipastikan akan tetap berjalan sesuai prosedur yang berlaku.
"Ya meski kedua belah pihak telah berdamai antara oknum TS dan badut pengamen. Tetap kita lakukan pemeriksaan untuk sanksi internal," tandas Latief.
Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan arogansi seorang pengendara motor terhadap seorang badut pengamen viral di media sosial. Aksi tersebut disebut terjadi di di Jalan Sunan Kalijaga, Kota Tuban pada Rabu (3/5).
Dari video yang beredar, insiden bermula saat pengamen badut tersebut hendak menyeberang jalan dari arah selatan. Ketika posisi badut sudah berada di tengah jalan, sebuah sepeda motor yang dikendarai seorang pria yang membonceng keluarganya melaju dengan kencang.
Akibatnya, badut pengamen yang berada di tengah jalan saat menyeberang tersenggol. Tampak ember yang dibawa sang badut untuk menampung uang receh berserakan di jalanan.
Bukannya menyelesaikan masalah dengan tenang, pengendara motor tersebut justru berputar balik dengan emosi meluap-luap memarahi bahkan menampar badut pengamen itu.
Seorang saksi mata di lokasi kejadian, Arina (26), mengatakan bahwa pemotor atau pelaku yang tidak terima dan langsung memaki-maki sang badut di depan umum.
Tak hanya verbal, pelaku juga sempat menampar dan menoyor kepala badut berkali-kali. Pengendara motor tersebut bahkan memaksa sang badut untuk bersujud di hadapannya.
(ihc/abq)