Pesawat yang membawa jemaah haji Debarkasi Surabaya kloter 30 sempat mendarat darurat di Bandara Muskat, Oman pada Senin (8/6). Masalah teknis yang menjadi penyebab pendaratan darurat.
Saat ini, rombongan jemaah asal Lamongan dan Tuban sudah bertemu keluarga. Mereka tiba di Surabaya pada sehari lebih lambat dari jadwal semestinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua PPIH Debarkasi Surabaya, As'adul Anam mengatakan, pesawat yang ditumpangi jemaah haji kloter 30 mengalami trouble setelah terbang dari Jeddah, Arab Saudi. Kemudian, pesawat harus mendarat darurat di Muskat, Moscow.
"Jadi setelah terbang dari Jeddah kemudian technical landing di Muslat, kemudian sudah terbang selama 2 jam balik lagi. Sehingga hampir ada 8 jam yang menjadi pertanyaan jemaah kenapa kok sampai 18 jam sudah balik lagi," kata Anam kepada wartawan di Asrama Haji Sukolilo, Rabu (10/6/2026).
Selama di Moscow, jemaah haji dijamin seluruh kebutuhannya. Baik hotel maupun makan, semuanya ditanggung oleh pihak maskapai.
"Jemaah juga diletakkan di hotel bintang lima. Kemudian makan juga dipenuhi. Bahkan makanannya cenderung bernuansa Eropa seperti itu. Tapi kalau siang sama malam masih bisa dipilih dan sesuai," jelasnya.
Setelah satu malam di Moscow, akhirnya rombongan jemaah haji kloter 30 terbang kembali Tanah Air. Rombongan tiba di Bandara Internasional Juanda dengan selamat pada Selasa (9/6).
"Betul semalam landing di Surabaya," pungkasnya.
(auh/abq)