Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut, Jawa Timur kembali menjadi penyumbang terbanyak jemaah haji meninggal dunia di Tanah Suci. Hingga proses pemulangan jemaah berlangsung, tercatat ada 75 jemaah haji asal Jatim meninggal dunia di Arab Saudi.
Berdasarkan laporan hingga Minggu (14/6) malam, jumlah jemaah Debarkasi Surabaya yang wafat tercatat 75 orang baik di tanah suci maupun saat kedatangan.
"Jawa Timur ke depan memang yang harus kita perketat itu istitha'ah kesehatan. Karena Jawa Timur adalah salah satu daerah yang tingkat mortalitasnya tinggi, tingkat kematian jemaahnya tinggi," kata Dahnil kepada wartawan di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Senin (15/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dahnil menyebut, jumlah jemaah haji yang meninggal di Tanah Suci tahun ini memang menurun signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Meski begitu, Jawa Timur masih menjadi yang tertinggi secara nasional.
"Hari ini (data terakhir 75 jemaah haji meninggal dunia), walaupun memang ada penurunan signifikan dibandingkan tahun yang lalu. Tahun lalu sudah 100 lebih di tahun di tanggal yang sama di 100 lebih, tapi tahun ini (75) orang. Tapi itu relatif masih menyumbang yang tertinggi di Indonesia, (75) orang," jelasnya.
Oleh sebab itu, lanjut Dahnil, ke depannya istitha'ah kesehatan akan Kementerian Haji dan Umrah akan diperketat. Khususnya di Pusat Kesehatan Haji.
"Kita akan lebih memperketat istitha'ah supaya beliau-beliau yang berangkat itu adalah beliau-beliau yang memang kesehatannya prima dan itu bisa menekan jumlah kematian yang terjadi di Tanah Suci," ujarnya.
Langkah tersebut dilakukan dengan harapan dapat menekan angka kematian jemaah haji. Sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan bagi jemaah Indonesia pada musim haji mendatang.
"Kemudian yang ketiga yang juga tidak kalah penting itu adalah bagaimana kami terus bisa meningkatkan pelayanan. Jadi, PR kami tentu adalah terus meningkatkan pelayanan," katanya.
Sementara Ketua PPIH Debarkasi Surabaya, Mohammad As'adul Anam mengatakan, hingga saat ini jumlah jemaah Debarkasi Surabaya yang wafat tercatat 75 orang baik di Tanah Suci maupun saat kedatangan. Lalu, 13 jemaah saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit di Arab Saudi.
"13 orang dari total 52 kloter masih dalam perawatan di sana. Untuk jemaah yang sudah tiba di sini, Alhamdulillah tidak ada yang harus dirawat lebih lanjut," pungkasnya.
(auh/hil)
