Geger 4 Pesilat Magetan Lapor Polisi Ngaku Dikeroyok, Ternyata...

Geger 4 Pesilat Magetan Lapor Polisi Ngaku Dikeroyok, Ternyata...

Sugeng Harianto - detikJatim
Rabu, 17 Jun 2026 16:45 WIB
Penandatanganan Maklumat Bersama Aman Suro dan Suran Agung Tahun 2026 di Magetan
Penandatanganan Maklumat Bersama Aman Suro dan Suran Agung Tahun 2026 di Magetan/Foto: Istimewa
Magetan -

Empat pesilat asal Kecamatan Maospati, Magetan, sempat membuat geger setelah melapor ke polisi mengaku menjadi korban pengeroyokan jelang malam 1 Suro. Namun, hasil penyelidikan polisi mengungkap fakta berbeda. Luka yang mereka alami ternyata bukan akibat penganiayaan, melainkan kecelakaan lalu lintas.

Keempat pesilat yang masih berusia di bawah umur itu sebelumnya mengaku menjadi korban pengeroyokan hingga mengalami luka bacok dan lecet. Namun, setelah dilakukan penyelidikan, polisi memastikan informasi tersebut tidak benar.

"Jadi berita yang beredar korban pengeroyokan itu tidak benar atau hoaks. Mereka kecelakaan Minggu dini hari," ujar Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa saat dikonfirmasi detikJatim, Rabu (17/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Erik, keempat pesilat tersebut membuat laporan seolah-olah menjadi korban penganiayaan. Padahal, mereka mengalami kecelakaan di kawasan traffic light Jalan Barat, Maospati.

ADVERTISEMENT

"Jadi mereka tertabrak pemotor lain dari belakang. Mungkin takut dimarahi orang tua akhirnya laporan di Polsek seolah jadi korban penganiayaan," jelas Erik.

Erik menerangkan, keempat pesilat tersebut merupakan warga Kelurahan Maospati dan mengalami kecelakaan setelah mengikuti latihan rutin pencak silat.

Pihak kepolisian telah memanggil orang tua masing-masing pesilat untuk memberikan klarifikasi terkait peristiwa tersebut. Keempat pesilat juga telah menyampaikan permintaan maaf.

"Semua sudah minta maaf kita hadirkan semua orang tua," papar Erik.

Kapolres Magetan mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar sebelum mengetahui kebenarannya. Ia juga mengajak masyarakat menjaga situasi tetap kondusif menjelang Bulan Muharram atau Suro.

Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang Bulan Muharram 1448 Hijriah atau Suro Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Magetan bersama Forkopimda, IPSI, dan seluruh perguruan pencak silat se-Kabupaten Magetan telah menandatangani Maklumat Bersama Aman Suro dan Suran Agung Tahun 2026.

"Penandatanganan maklumat kita laksanakan dalam kegiatan Rapat Koordinasi Aman Suro dan Tim Kewaspadaan Dini Daerah Menjelang Bulan Muharram 1448 H/Suran Agung Tahun 2026 yang berlangsung di Pendopo Surya Graha Magetan, Kamis (11/6/2026)," ungkap Erik.

Menurutnya, rapat koordinasi tersebut menjadi langkah strategis untuk menyamakan persepsi seluruh pihak dalam menjaga situasi kondusif wilayah selama rangkaian kegiatan Bulan Muharram.

"Rapat koordinasi tersebut digelar sebagai langkah strategis untuk menyamakan persepsi seluruh pihak dalam menjaga kondusivitas wilayah selama rangkaian kegiatan Bulan Muharram, yang identik dengan berbagai agenda budaya, keagamaan, ziarah, pengesahan warga baru perguruan silat, Suran Agung, hingga kegiatan adat dan kearifan lokal yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Magetan," tandas Erik.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads