- Apa Itu Bulan Muharram dan Mengapa Begitu Istimewa?
- Peristiwa-peristiwa Penting di Bulan Muharram 1. Diterimanya Tobat Nabi Adam AS 2. Nabi Idris AS Diangkat ke Tempat yang Tinggi 3. Nabi Nuh AS Selamat dari Banjir Besar 4. Nabi Ibrahim AS Diselamatkan dari Api Raja Namrud 5. Diturunkannya Kitab Taurat kepada Nabi Musa AS 6. Nabi Yusuf AS Dibebaskan dari Penjara 7. Nabi Ya'qub AS Kembali Dapat Melihat 8. Nabi Ayyub AS Disembuhkan dari Penyakitnya 9. Nabi Yunus AS Keluar dari Perut Ikan 10. Laut Terbelah untuk Nabi Musa AS dan Bani Israil 11. Nabi Daud AS Mendapat Ampunan 12. Nabi Sulaiman AS Diberi Kerajaan yang Besar 13. Nabi Isa AS Diangkat ke Langit 14. Diampuninya Dosa Nabi Muhammad SAW
- Hari Asyura, Hari Paling Istimewa di Bulan Muharram
Muharram bukan sekadar penanda pergantian Tahun Baru Islam. Bulan pertama dalam kalender Hijriah ini juga dikenal sebagai salah satu bulan paling mulia dalam Islam karena menyimpan banyak peristiwa penting, mulai dari diterimanya tobat Nabi Adam AS hingga diselamatkannya Nabi Musa AS dari kejaran Firaun.
Sejumlah ulama menyebut berbagai peristiwa tersebut dalam kitab-kitab klasik sebagai pelajaran tentang pengampunan, pertolongan, dan kemenangan setelah ujian. Lalu, peristiwa apa saja yang diyakini terjadi di bulan Muharram, dan mengapa bulan ini begitu istimewa? Berikut ulasan lengkapnya.
Apa Itu Bulan Muharram dan Mengapa Begitu Istimewa?
Dilansir Nahdlatul Ulama (NU) Online, Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah, sekaligus salah satu dari empat bulan haram atau bulan suci dalam Islam. Tiga bulan suci lainnya adalah Dzulqaidah, Dzulhijjah, dan Rajab.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penanggalan Hijriah sendiri mulai digunakan pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA. Meski perhitungannya dimulai dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi, penetapan kalender ini baru dilakukan beberapa tahun setelah Rasulullah SAW wafat.
Keistimewaan Muharram ditegaskan dalam Al-Qur'an surat At-Taubah ayat 36:
اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ
Artinya: Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah 12 bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram (suci). Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu (QS At Taubah: 36).
Muharram juga disebut sebagai Syahrullah atau "bulan Allah". Al-Hafizh Abul Fadhl Al-'Iraqi dalam Syarh Tirmidzi menjelaskan, penyebutan tersebut menunjukkan kemuliaan Muharram karena menjadi bulan pertama dalam setahun, dan termasuk bulan yang diharamkan untuk melakukan peperangan pada masa Arab dahulu.
Peristiwa-peristiwa Penting di Bulan Muharram
Dalam tradisi Islam, Muharram tidak hanya dikenal sebagai awal tahun baru, tetapi bulan yang menyimpan banyak kisah penting para nabi. Kitab I'anah at-Thalibin jilid II halaman 267 menyebut sejumlah peristiwa besar yang diyakini terjadi pada bulan ini.
Mayoritas kisah ini memiliki benang merah yang sama, yakni pengampunan Allah, keselamatan dari musibah, hingga kemenangan setelah melewati masa sulit. Karena itu, Muharram sering dipahami sebagai bulan harapan dan pembaruan.
1. Diterimanya Tobat Nabi Adam AS
Salah satu peristiwa yang dikaitkan dengan Muharram adalah diterimanya tobat Nabi Adam AS setelah diturunkan dari surga.
Nabi Adam AS dan Hawa memohon ampun kepada Allah atas kesalahan yang mereka lakukan. Allah kemudian menerima tobat mereka.
Kisah ini menjadi pelajaran bahwa pintu ampunan Allah selalu terbuka bagi siapa pun yang bersungguh-sungguh bertaubat.
2. Nabi Idris AS Diangkat ke Tempat yang Tinggi
Muharram juga dikaitkan dengan diangkatnya Nabi Idris AS ke tempat yang tinggi. Peristiwa ini disebut dalam Al-Qur'an surat Maryam ayat 57:
وَرَفَعْنٰهُ مَكَانًا عَلِيًّا
Artinya: Dan, Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.
Para ulama menafsirkan ayat tersebut sebagai bentuk kemuliaan yang diberikan Allah kepada Nabi Idris AS atas ketakwaannya.
3. Nabi Nuh AS Selamat dari Banjir Besar
Setelah banjir besar yang menghancurkan kaumnya, kapal Nabi Nuh AS akhirnya berlabuh dengan selamat. Peristiwa ini menjadi simbol bahwa pertolongan Allah akan datang kepada orang-orang yang tetap beriman dan bersabar, meskipun harus menghadapi ujian yang panjang.
4. Nabi Ibrahim AS Diselamatkan dari Api Raja Namrud
Nabi Ibrahim AS pernah dihukum mati oleh Raja Namrud karena menentang penyembahan berhala. Ia dilemparkan ke dalam kobaran api yang sangat besar.
Namun, Allah berfirman: "Wahai api, jadilah engkau dingin dan penyelamat bagi Ibrahim." (QS Al-Anbiya: 69)
Atas izin Allah, api tersebut tidak membakar tubuh Nabi Ibrahim AS. Kisah ini menjadi simbol kemenangan iman atas kezaliman.
5. Diturunkannya Kitab Taurat kepada Nabi Musa AS
Muharram juga dikaitkan dengan turunnya kitab Taurat kepada Nabi Musa AS sebagai petunjuk bagi Bani Israil. Kitab Taurat menjadi salah satu kitab suci yang berisi hukum dan ajaran Allah bagi umat Nabi Musa AS.
6. Nabi Yusuf AS Dibebaskan dari Penjara
Setelah bertahun-tahun dipenjara akibat fitnah, Nabi Yusuf AS akhirnya dibebaskan. Kemampuannya menakwilkan mimpi membuat Raja Mesir mengangkatnya menjadi pejabat tinggi kerajaan. Kisah ini mengajarkan bahwa kesabaran dan kejujuran pada akhirnya akan membuahkan kemuliaan.
7. Nabi Ya'qub AS Kembali Dapat Melihat
Kesedihan Nabi Ya'qub AS karena berpisah dengan putranya, Yusuf, membuat penglihatannya berangsur hilang. Ketika Nabi Yusuf AS kembali bertemu dengannya, Nabi Ya'qub AS memperoleh kembali penglihatannya melalui wasilah baju Yusuf. Kisah ini menjadi simbol harapan tidak pernah hilang bagi orang-orang yang bersabar.
8. Nabi Ayyub AS Disembuhkan dari Penyakitnya
Nabi Ayyub AS dikenal sebagai sosok yang sangat sabar. Ia mengalami sakit yang berkepanjangan, kehilangan harta, dan ditinggalkan banyak orang.
Namun, Nabi Ayyub tidak pernah berhenti berdoa. Allah kemudian menyembuhkan penyakitnya dan mengembalikan segala nikmat yang pernah dimilikinya.
9. Nabi Yunus AS Keluar dari Perut Ikan
Ketika berada dalam perut ikan Nun, Nabi Yunus AS memohon ampun kepada Allah dengan doa. Doa ini diabadikan dalam Al-Qur'an surat Al-Anbiya ayat 87.
لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Arab Latin: Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka, innii kuntu minazh-zhaalimiin.
Artinya: Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.
Allah kemudian menyelamatkan Nabi Yunus AS. Kisah ini menjadi pengingat bahwa tidak ada keadaan yang terlalu sulit bagi pertolongan Allah.
10. Laut Terbelah untuk Nabi Musa AS dan Bani Israil
Peristiwa yang paling terkenal pada bulan Muharram adalah diselamatkannya Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Firaun. Atas perintah Allah, Nabi Musa AS memukulkan tongkatnya ke Laut Merah, hingga laut terbelah menjadi jalan yang dapat dilalui.
Bani Israil berhasil menyeberang dengan selamat, sedangkan Firaun dan pasukannya tenggelam. Peristiwa ini diyakini terjadi pada 10 Muharram atau Hari Asyura. Karena itulah, Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk berpuasa Asyura sebagai bentuk syukur kepada Allah.
11. Nabi Daud AS Mendapat Ampunan
Muharram juga dikaitkan dengan diterimanya tobat Nabi Daud AS setelah melakukan kekhilafan. Kisah ini mengajarkan bahwa manusia, sekalipun seorang nabi, tetap harus rendah hati dan memohon ampun kepada Allah.
12. Nabi Sulaiman AS Diberi Kerajaan yang Besar
Allah menganugerahkan Nabi Sulaiman AS kerajaan yang sangat luas. Ia diberi kemampuan memahami bahasa hewan, mengendalikan angin, dan memimpin manusia, jin, serta berbagai makhluk lainnya. Karunia tersebut menjadi bukti bahwa kekuasaan sejati berasal dari Allah.
13. Nabi Isa AS Diangkat ke Langit
Dalam ajaran Islam, Nabi Isa AS tidak dibunuh maupun disalib. Allah mengangkatnya ke langit ketika orang-orang berusaha membunuhnya. Peristiwa ini juga termasuk salah satu kisah yang dikaitkan dengan bulan Muharram dalam sejumlah kitab klasik.
14. Diampuninya Dosa Nabi Muhammad SAW
Peristiwa terakhir yang disebut dalam Kitab I'anah at-Thalibin adalah diampuninya dosa Nabi Muhammad SAW yang telah lalu maupun yang akan datang.
Hal ini menjadi penegasan tentang kedudukan Rasulullah SAW sebagai nabi terakhir dan manusia pilihan Allah.
Hari Asyura, Hari Paling Istimewa di Bulan Muharram
Dari seluruh hari dalam bulan Muharram, 10 Muharram atau Asyura memiliki keistimewaan tersendiri. Hari ini dikaitkan dengan kemenangan Nabi Musa AS atas Firaun. Ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, ia mendapati orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura sebagai bentuk syukur atas keselamatan Nabi Musa AS.
Rasulullah SAW kemudian bersabda: "Aku lebih berhak terhadap Musa daripada mereka". Nabi Muhammad SAW pun berpuasa pada hari Asyura dan menganjurkan umat Islam untuk melaksanakannya.
Jika diperhatikan, sebagian besar peristiwa yang dikaitkan dengan Muharram memiliki pola yang sama. Nabi Adam AS mendapatkan ampunan. Nabi Nuh AS diselamatkan dari banjir. Nabi Ibrahim AS terbebas dari api. Nabi Yusuf AS keluar dari penjara. Nabi Musa AS selamat dari kejaran Firaun.
Karena itu, Muharram bukan hanya dipahami sebagai awal tahun baru Islam, tetapi momentum perubahan menuju keadaan yang lebih baik. Pengampunan, pertolongan, dan pembebasan menjadi pesan utama yang dapat dipetik umat Islam dari berbagai kisah tersebut.
Muharram pada akhirnya mengajarkan bahwa setiap kesulitan akan berakhir, setiap kesalahan masih memiliki pintu ampunan, dan setiap ujian selalu menyimpan harapan bagi orang-orang yang tetap beriman dan berserah diri kepada Allah.
(irb/hil)
