Demo Mahasiswa di Surabaya Akan Lanjut Jika Pemerintah Tak Berbenah

Demo Mahasiswa di Surabaya Akan Lanjut Jika Pemerintah Tak Berbenah

Aprilia Devi - detikJatim
Rabu, 17 Jun 2026 16:40 WIB
Aksi Demo Mahasiswa Depan Gedung Grahadi Surabaya
Demo mahasiswa di Grahadi (Foto: Aprilia Devi/detikJatim)
Surabaya -

Presiden BEM Unair M Rizqi Senja Virawan menyebut aksi mahasiswa di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, tidak bertujuan untuk meminta audiensi dengan pejabat. Namun untuk mengedukasi masyarakat sekaligus menyuarakan kritik terhadap kondisi negara.

"Kami tidak minta ditemui oleh pejabat siapapun. Karena kami merasa, walaupun pejabat menemui, dia tidak pernah memberikan dampak apapun bagi kami setelah kami berjilid-jilid demonstrasi selama beberapa tahun terakhir," kata Rizqi saat ditemui detikJatim di sela aksi, Rabu (17/6/2026).

Rizqi menyebut aksi yang diikuti ribuan mahasiswa itu mengusung sejumlah tuntutan. Di antaranya mendesak penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), serta meminta pencabutan UU Polri dan UU TNI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami di sini satu suara untuk menuntut dihentikannya makan bergizi gratis dan program Koperasi Desa Merah Putih. Selain itu, kami juga menuntut untuk dicabutnya Undang-Undang Polri dan juga Undang-Undang TNI. Selain itu, kami juga menolak adanya praktik militerisme di ranah sipil," tuturnya.

ADVERTISEMENT

Ia menegaskan tujuan utama aksi adalah membangun kesadaran publik terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai bermasalah.

"Goalsnya adalah kami mengedukasi dan juga memberikan kesadaran kepada masyarakat luas, bahwasanya negara hari ini sedang tidak baik-baik saja," tegasnya.

Rizqi juga memastikan gelombang protes tidak akan berhenti pada aksi hari ini. Mahasiswa menurutnya akan kembali turun ke jalan apabila pemerintah tidak melakukan perbaikan.

"Akan ada aksi lanjutan ketika pemerintah tidak pernah berbenah," tegasnya.

Ia pun menyampaikan pesan solidaritas kepada mahasiswa di berbagai daerah yang juga menggelar aksi serupa. Menurutnya, aksi serentak tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa masih kritis dalam mengawal jalannya pemerintahan.

"Bahwasanya pecahnya di setiap daerah itu merupakan pertanda bahwasanya mahasiswa hari ini masih peka, masih tetap kritis untuk mengawal kebijakan negara dan kekuasaan," pungkasnya.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads