Mobil Tiyo Eks Ketua BEM UGM Dipasang Pelacak, BEM Unair Bilang Begini

Mobil Tiyo Eks Ketua BEM UGM Dipasang Pelacak, BEM Unair Bilang Begini

Aprilia Devi - detikJatim
Kamis, 18 Jun 2026 10:30 WIB
Presiden BEM Universitas Airlangga (Unair), M Rizqi Senja Virawan.
Presiden BEM Universitas Airlangga (Unair), M Rizqi Senja Virawan/Foto: Aprilia Devi/detikJatim
Surabaya -

Temuan alat pelacak di kendaraan Eks Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto yang viral di media sosial, menuai sorotan dari kalangan mahasiswa. Begini tanggapan Presiden BEM Universitas Airlangga (Unair), M Rizqi Senja Virawan.

"Ketika dipasang pelacak ya, semacam pelacak itu kan di mobil, pasti itu salah satu bentuk bagaimana negara selalu takut kepada aktivisme. Selalu takut negara itu. Dan negara tidak pernah merasa bahwasannya mereka itu salah. Mereka selalu defensif terhadap aktivisme hari ini," kata Rizqi kepada detikJatim, Kamis (18/6/2026).

Menurutnya, tindakan pemasangan alat pelacak disusul dengan hadirnya kelompok tertentu yang menyerang personal Tiyo berpotensi menimbulkan konflik horizontal di tengah mahasiswa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ketika ada aliansi yang tiba-tiba menyatakan, sebetulnya malah kami tanyakan, Anda dari mana? Anda apakah betul-betul bagian dari mahasiswa dan apakah menyuarakan rakyat? Ketika misalnya mereka menuduh Mas Tiyo yang juga merupakan bagian dari bentuk gerakan mahasiswa hari ini, justru Anda malah menciptakan konflik horizontal di antara kami," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Hingga saat ini para mahasiswa, menurutnya masih mempertanyakan terkait munculnya gerakan tersebut.

"Itu berbeda dengan semangat persatuan di antara teman-teman mahasiswa sekalian. Dan kami hari ini teman-teman mahasiswa secara nasional masih mempertanyakan kira-kira mereka ini dari mana dan mereka mewakili siapa?," pungkasnya.

Diketahui, dilansir detikJogja, Mantan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto, kembali menemukan alat pelacak ditempel di kendaraan yang digunakannya. Alat itu ditemukan Tiyo menempel di roda mobilnya saat perjalanan menuju bandara di Semarang pada Minggu (14/6).

Ia menyebut alat pelacak itu ditemukan di kendaraan milik saudaranya yang dipinjamkan untuk dia gunakan. Dari hasil pengecekan yang dilakukannya, alat itu diduga telah menempel sejak Jumat (12/6) malam.

"Bahwa ternyata alat pelacak ini sudah membersamai saya sejak Jumat malam, 12 Juni 2026," kata Tiyo saat dihubungi wartawan, Senin (15/6/2026).

Kemudian melansir detikNews, Aliansi mahasiswa bernama BEM Bersatu menyatakan sikap menolak gerakan mahasiswa yang ditunggangi kepentingan politik praktis. BEM Bersatu menuduh salah satu pimpinan aksi, Tiyo Ardianto, memiliki kedekatan dengan jaringan politik tertentu.

Perwakilan BEM Bersatu sekaligus Ketua BEM Hukum UIC, Rahmat Djimbula, menyebut ada kaitan antara Tiyo dan salah satu purnawirawan TNI.

"Salah satu pimpinan aksi, Tiyo Ardianto, diduga memiliki kedekatan dengan jaringan politik tertentu. Mobil Fortuner yang digunakannya diduga terdaftar atas nama Siti Nuraeni, adik Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso, yang merupakan besan Jenderal TNI (Purn) Andhika Perkasa, tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024. Dugaan ini diperkuat kehadiran politikus PDI Perjuangan, Andi Widjajanto, di tengah massa aksi," ujar Rahmat dalam konferensi pers di Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa (16/6/2026).




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads