Perayaan Suro, Ini Wilayah Rawan Konflik Perguruan Silat di Jatim

Perayaan Suro, Ini Wilayah Rawan Konflik Perguruan Silat di Jatim

Faiq Azmi - detikJatim
Kamis, 18 Jun 2026 13:00 WIB
Kepala Bakesbangpol Jawa Timur, Eddy Supriyanto
Kepala Bakesbangpol Jawa Timur, Eddy Supriyanto/Foto: Faiq Azmi/detikJatim
Surabaya -

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jawa Timur memetakan sejumlah daerah rawan konflik selama puncak perayaan bulan Suro 2026 ini. Wilayah Madiun menjadi fokus utama pengamanan.

"Jadi nanti sekitar tanggal 30 Juli itu puncak perayaan bulan Suro di Madiun. Itu kawan-kawan kepolisian melakukan pemetaan dan pengawasan penuh," kata Kepala Bakesbangpol Jatim Eddy Supriyanto di Surabaya, Kamis (18/6/2026).

Eddy menyebut, di bulan Suro akan ada banyak pengesahan pencak silat di berbagai daerah. Menurutnya, acara pengesahan sebenarnya relatif kondusif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Namun, ketika di jalan ada mobilisasi dan potensi bertemunya antar kelompok pencak silat itu yang menjadi rawan terjadi kesalahpahaman," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Eddy menyebut, kericuhan yang sempat terjadi di Surabaya dua hari lalu di mana kelompok pencak silat bentrok dengan warga diakibatkan gesekan saat ada di jalanan.

"Nah ini yang sudah diantisipasi kepolisian dari Polda Jatim juga sudah mengerahkan personelnya untuk pengamanan di Madiun dan sekitarnya. Namun yang terjadi malah di luar Madiun, ada beberapa insiden kecil yang ada di Surabaya karena ada benturan dengan salah satu pencak silat akhirnya mereka mengejar ke masyarakat akhirnya benturan juga dengan masyarakat," bebernya.

Beruntung, kata Eddy, tidak ada korban jiwa dalam kejadian di Surabaya dua hari lalu.

"Nggak ada yang meninggal, tapi di rumah sakit. Ada yang jatuh dari truk, dia luka berat, lainnya luka-luka ringan," terangnya.

Eddy memastikan Bakesbangpol Jatim bersama aparat kepolisian akan terus mengawal dan memantau potensi pergerakan massa malam ini.

"Yang menjadi antisipasi itu pergeseran dari satu tempat ke tempat lain, karena mereka ada mobilisasi menggunakan kendaraan. Nah itu yang potensi ada benturan dengan kelompok lain," jelasnya.

"Jadi sebenarnya dari pihak keamanan Polda maupun Polres di wilayah Jawa Timur sudah melakukan upaya-upaya deteksi dan cegah dini perayaan Suroan dari pencak silat di berbagai daerah," tandasnya.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads