Sukiran (70), seorang lansia asal Dusun Sratu, Desa Sraturejo, Kecamatan Baureno, Bojonegoro meratapi nasib. Rumah kayu miliknya ludes terbakar gara-gara sebuah sandal karet yang dibakar sebagai ganti lilin untuk penerangan saat pemadaman listrik bergilir.
Peristiwa itu terjadi Sabtu (20/6) malam sekitar pukul 19.11 WIB. Kapolsek Baureno, AKP Sholeh saat dikonfirmasi mengenai insiden itu membenarkan bahwa penyebab kebakaran diduga kuat dari sandal karet yang sengaja dibakar korban di dalam rumah.
"Saat peristiwa kebakaran terjadi, kondisi wilayah setempat memang sedang padam listrik. Diduga kuat titik api bersumber dari sandal karet yang dibakar oleh korban untuk dijadikan cahaya penerangan sementara di dalam rumahnya," ujar AKP Sholeh, Minggu (21/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
AKP Sholeh menjelaskan, sesaat sebelum kejadian, korban Sukiran berniat pergi ke toko untuk membeli lilin karena rumahnya gelap gulita. Agar kondisi rumah tidak kosong tanpa cahaya, korban berinisiatif membakar sandal karet bekas.
Saksi mata yang juga tetangga korban, Basuki Rohmat (39), sempat bertemu dengan Sukiran di toko kelontong saat hendak membeli lilin. Kepada Basuki, korban sempat menceritakan siasat penerangannya itu.
"Di toko itu, Pak Sukiran sempat bercerita kalau sebelum berangkat, dia membuat cahaya penerangan sementara di dalam rumah dari sandal karet yang dibakar. Selang beberapa menit setelah itu, kami mendengar kabar kalau rumahnya sudah kebakaran," kata Basuki saat memberikan kesaksian kepada polisi.
Kebakaran rumah lansia di Bojonegoro akibat pemilik bakar sandal sebagai ganti lilin saat pemadaman listrik bergilir. (Foto: Istimewa) |
Kobaran api pertama kali disadari oleh tetangga sebelah rumah korban, Marjoko (36). Saat berada di dalam rumah, Marjoko mendengar suara aneh mirip kayu yang terbakar sehingga dia keluar rumah dan melihat rumah Sukiran sudah terbakar hebat.
"Saya mendengar suara krotok-krotok seperti kayu terbakar. Begitu saya keluar rumah, api sudah membesar di dalam rumah Pak Sukiran. Saya sempat mencoba mendobrak pintu rumahnya, tapi tidak bisa karena terkunci. Akhirnya saya berteriak minta tolong ke warga," tutur Marjoko.
Melihat api yang cepat merembet pada dinding rumah korban yang sebagian besar terbuat dari kayu, perangkat desa setempat, Nur Kholis (42) langsung menghubungi Polsek Baureno dan petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro.
Kepala Dinas Damkarmat Pemkab Bojonegoro, Siswoyo, menjelaskan bahwa setelah menerima laporan pukul 19.14 WIB, pihaknya langsung mengerahkan personel ke lokasi kejadian. Kendati demikian, petugas sempat menghadapi kendala jarak lantaran unit terdekat di Pos Baureno sedang melakukan evakuasi sarang tawon di wilayah Pilang, Kanor.
"Kami mengerahkan total 4 unit armada fire truck dan 14 personel gabungan dari Pos Baureno, Pos Kota, dan Pos Kedungadem. Petugas menempuh jarak sekitar 15,8 km dan langsung melakukan lokalisir api agar tidak merembet ke pemukiman padat di sekitarnya," terang Siswoyo.
Petugas Damkarmat bersama unsur Koramil, Polsek, Satpol PP, perangkat desa, dan masyarakat setempat baru berhasil memadamkan api yang di rumah Sukiran pada pukul 20.50 WIB.
Siswoyo menambahkan bangunan rumah berukuran sekitar 9x10 meter tersebut mengalami kerusakan parah. Meski demikian, petugas berhasil mencegah api merembet ke 2 rumah yang ada di sekitarnya.
(ihc/dpe)

