Banjir Surabaya Bikin Kurir Kelimpungan, Jalan Kaki-Tunda Pengiriman

Banjir Surabaya Bikin Kurir Kelimpungan, Jalan Kaki-Tunda Pengiriman

Aprilia Devi - detikJatim
Selasa, 23 Jun 2026 13:00 WIB
Kurir di Surabaya harus berjalan kaki untuk mengantar paket di tengah banjir
Kurir di Surabaya harus berjalan kaki untuk mengantar paket di tengah banjir (Foto: Aprilia Devi/detikJatim)
Surabaya -

Banjir yang menggenangi sejumlah kawasan di Surabaya pada Senin (22/6) dan Selasa (23/6) hari ini menghambat aktivitas warga. Salah satunya dirasakan para kurir. Mereka harus menerobos genangan, bahkan ada yang terpaksa berjalan kaki dan menunda pengiriman.

Salah seorang kurir paket di Surabaya, Alfarisi (25), mengaku tetap bekerja mengantarkan paket meski sejumlah ruas jalan masih tergenang banjir. Ia memilih tetap mengantar karena Senin (22/6) kemarin sudah libur akibat kondisi cuaca.

"Tetap nganter, karena kemarin sudah libur. Saya gak berani ambil risiko kemarin. Jadi gak mungkin hari ini libur lagi," kata Alfarisi kepada detikJatim, Selasa (23/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, saat menemui genangan yang cukup tinggi, ia harus berjalan kaki karena air mencapai setinggi lutut. Seperti saat berada di kawasan Jalan Semolowaru Selatan.

"Ini tadi sampai selutut, jadi harus jalan kaki," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Menurut Alfarisi, kondisi banjir kali ini berbeda dibanding biasanya. Ia menyebut baru kali ini harus mengantar paket dengan kondisi banjir di beberapa titik di Surabaya. Kondisi genangannya pun beragam mulai dari semata kaki hingga hampir selutut orang dewasa.

"Baru kali ini (banjir) kayak gini. Sebelumnya belum pernah," tuturnya.

Ia pun berharap Pemkot Surabaya dapat melakukan pembenahan supaya banjir tak terus terjadi. Ia menilai salah satu yang perlu dibenahi adalah saluran air.

"Harapannya ya dibenahi lagi. Got (saluran air) ya ini sepertinya harus diperbaiki," ungkapnya.

Kurir lainnya, Herman (40) bahkan memilih menunda pengiriman di beberapa lokasi hari ini demi menghindari risiko motornya mogok saat menerobos banjir.

"Saya tunda dulu daripada motor mogok," kata Herman.

Ia mengaku sudah menghubungi pelanggan untuk menginformasikan keterlambatan pengiriman akibat banjir yang masih menggenangi sejumlah kawasan di Surabaya.

"Tadi saya telpon, kabarin ke customer-nya, saya jelaskan kalau kondisinya banjir, bahkan beberapa jalan juga diberi tanda penutup sama warga supaya tidak dilewati," pungkasnya.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads