Video asusila yang melibatkan dua mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) di dalam ruang kelas viral setelah rekamannya beredar luas di media sosial. Hingga sepekan setelah kasus tersebut mencuat, Unair masih melakukan pemeriksaan melalui Komisi Etik dan belum menjatuhkan sanksi kepada mahasiswa yang terlibat.
Selain mendalami tindakan kedua mahasiswa, kampus juga menelusuri proses perekaman hingga penyebaran video tersebut.
Berikut sederet fakta terkait kasus video asusila mahasiswa Unair.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fakta Terbaru Kasus Video Asusila Mahasiswa Unair
1. Awal Mula Kasus
Kasus ini bermula dari beredarnya video berdurasi 2 menit 15 detik yang memperlihatkan seorang laki-laki dan perempuan melakukan tindakan asusila di dalam salah satu ruang kelas Universitas Airlangga.
Dalam rekaman tersebut, keduanya terlihat tidak menyadari adanya orang lain di dalam ruangan. Setelah sekitar satu setengah menit, pasangan tersebut diketahui menyadari keberadaan seseorang yang berada di lokasi sekaligus merekam tindakan mereka.
Ketua Pusat Humas dan Protokol (PHMP) Unair, Pulung Siswantara, membenarkan bahwa video tersebut melibatkan mahasiswa Unair.
"Universitas telah menerima informasi terkait video yang beredar. Sesama mahasiswa," kata Pulung saat dihubungi detikJatim, Kamis (18/6/2026).
2. Kasus Diperiksa Komisi Etik Unair
Setelah menerima informasi mengenai video tersebut, pihak kampus langsung melakukan penanganan sesuai prosedur internal. Kasus kemudian diserahkan kepada Komisi Etik untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Saat ini kasus tersebut sedang ditangani oleh Komisi Etik sesuai mekanisme yang berlaku," kata Pulung.
Pihak kampus memastikan proses pemeriksaan dilakukan secara profesional dengan tetap mengedepankan perlindungan hak seluruh pihak yang terlibat.
"Sekarang mekanismenya sudah masuk di Komisi Etik untuk didalami lebih lanjut tentang kasus yang sedang beredar. Nah, oleh karena itu, saat ini Unair juga berusaha untuk memberikan sesuatu yang objektif, profesional, dan mengedepankan perlindungan hak seluruh pihak yang terlibat," ujar Pulung kepada awak media di Unair, Jumat (19/6).
3. Orang Tua Kedua Mahasiswa Dipanggil
Dalam proses pendalaman kasus, Unair juga melibatkan orang tua kedua mahasiswa untuk mengetahui latar belakang perilaku mereka.
"Orang tua juga diperiksa. Jadi karena memang anak ini masih berada di pengawasan orang tua, oleh karena itu orang tua juga kami datangkan untuk mencari bagaimana sebenarnya pendalaman perilaku ini," jelas Pulung.
Saat ini kedua mahasiswa tersebut tidak menjalani aktivitas perkuliahan karena bertepatan dengan masa libur akademik dan masih menjalani proses pemeriksaan oleh Komisi Etik.
"(Dua mahasiswa terkait) karena saat ini juga libur, jadi memang mereka tidak beraktivitas. Dan memang saat ini mereka juga sedang diperiksa oleh Komisi Etik," imbuhnya.
4. Dua Mahasiswa Belum Disanksi
Meski pemeriksaan disebut telah memasuki tahap akhir, Unair belum mengumumkan sanksi yang akan diberikan kepada kedua mahasiswa tersebut.
"Untuk sanksi akan dikeluarkan oleh Komisi Etik setelah pemeriksaan selesai. Tentunya mungkin tidak lama lagi gitu, ya," ungkap Pulung.
Terkait kemungkinan sanksi berat seperti skorsing, pihak kampus masih menunggu hasil akhir pemeriksaan.
"Kita akan lihat setelah ini, hasil pemeriksaan," bebernya.
Hingga Rabu (24/6/2026), keputusan sanksi masih belum dikeluarkan karena proses di tingkat universitas masih berjalan.
"Masih proses ke Universitas, setelah dari fakultas," kata Pulung kepada detikJatim, Rabu (24/6/2026).
5. Unair Telusuri Penyebar Video
Selain memeriksa kedua mahasiswa, Unair juga melakukan penelusuran terhadap pihak yang merekam dan menyebarluaskan video tersebut ke media sosial.
Pihak kampus juga melakukan evaluasi terkait pengawasan di lingkungan kampus. Pulung menyebut hampir seluruh ruang kelas di Unair telah dilengkapi kamera pengawas.
"Jadi kalau kita ngomong, di hampir semua ruang kelas di Universitas Airlangga sudah ada CCTV dan memang ada pengawasan. Jadi memang kami juga melalui Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) juga selalu, di setiap kali pertama kali mereka masuk di Universitas Airlangga juga selalu diberikan sosialisasi tentang pencegahan hal-hal seperti ini yang melanggar etika," terangnya.
Selain pengawasan melalui CCTV, Unair juga memiliki aturan etika yang wajib dipatuhi seluruh sivitas akademika.
"Bahkan kami juga di Universitas Airlangga punya aturan tentang etika berperilaku," pungkas Pulung.
Kampus meminta masyarakat tidak ikut menyebarkan konten bermuatan asusila dan menghormati proses pemeriksaan yang sedang berlangsung. Unair menegaskan tetap berkomitmen menegakkan nilai etika dan tata perilaku sesuai aturan yang berlaku.
(irb/dpe)
