Macet Berhari-hari, Ketua Fraksi Gerindra Ngamuk di Kantor ASDP Ketapang

Macet Berhari-hari, Ketua Fraksi Gerindra Ngamuk di Kantor ASDP Ketapang

Eka Rimawati - detikJatim
Kamis, 25 Jun 2026 19:45 WIB
Kunjungan DPRD Banyuwangi ke Kantor ASDP terkait kemacetan berkepanjangan di Pelabuhan Ketapang.
Kunjungan DPRD Banyuwangi ke Kantor ASDP terkait kemacetan berkepanjangan di Pelabuhan Ketapang. (Foto: Eka Rimawati/detikJatim)
Banyuwangi -

Kemacetan berhari hari yang terjadi di jalur Situbondo - Banyuwangi memantik amarah ketua Fraksi Gerindra DPRD Banyuwangi Suwito saat mendatangi kantor ASDP Ketapang bersama komisi 4.

Suwito menuding ASDP tidak memiliki empati terhadap ribuan supir truck yang tertahan di kantung parkir hingga berhari hari. Menurutnya, ASDP seharusnya memiliki mekanisme penyelesaian atas kemacetan yang terjadi hingga berhari hari di Ketapang. Ia menyebut, langkah yang diambil ASDP sepatutnya dapat menyelesaikan persoalan dan memberikan jalan keluar atas kemacetan yang terjadi diluar momentum hari besar Nasional.

"Sampean ini kalau kerja pakai hati, lihat sopir-sopir itu meninggalkan rumah berhari hari meninggalkan anak dan istrinya. Lalu apa tanggung jawabnya ASDP saat mereka terkena macet, apakah Sampean mengganti kerugiannya? Kasih bungkusan ke mereka? Jangan hanya cari keuntungan pak. Kasihan mereka cuma dapat Rp 250 ribu harus antre berhari hari dan beli makan. Ayo pakai hati bekerja untuk rakyat itu," ucap Suwito dengan nada tinggi kepada GM ASDP, Kamis (25/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan Wito sempat meminta agar kapal di bawah GT 2.000 keluar dari pelabuhan Ketapang. Menurutnya keberadaan kapal di bawah GT 2.000 hanya menghambat alur kapal dan tidak bisa membawa muatan optimal.

ADVERTISEMENT

"Persoalan dermaga mau dibangun segera, soal kapal sekarang. Saya meminta untuk kapal dengan kapasitas di bawah 2.000 keluar dari pelabuhan Ketapang, hanya menghambat alur saja dan muatannya tidak sesuai yang kita inginkan," teriaknya di hadapan seluruh peserta rapat.

Menjawab protes dari politisi partai Gerindra tersebut, General Manager ASDP Ketapang Arief Eko Kurniansjah akan mengupayakan berbagai solusi agar kemacetan dapat diatasi. Meski demikian ia memerlukan kolaborasi banyak pihak dalam mengatasi hal tersebut.

Arief menyampaikan beberapa penyebab kepadatan yang terjadi saat ini dikarenakan kapasitas dermaga di pelabuhan dengan kekuatan 80 ton hanya di LCM sementara sisanya hanya 30 ton, kapal di Tanjungwangi hanya beroperasi 2 unit lantaran ada yang rusak dan docking dan sejumlah kendala teknis lainnya.

"Yang kami dapat informasinya dan itu di luar kapasitas kami di Tanjungwangi kapal ALP 1 rusak dan ada yang docking. Sementara untuk pelabuhan ASDP memang dibutuhkan revitalisasi dermaga dan akan segera kami lakukan. Ditambah perlunya membangun jembatan penghubung Bulusan dan LCM," kata Arief.

Di sisi lain, Bendahara DPC Gabungan Pengusaha Nasional angkutan sungai, danau dan penyeberangan (GAPASDAP) Banyuwangi menanggapi permintaan kapal dengan kapasitas GT di atas 2.000 adalah berlebihan, lantaran permintaan itu seharusnya diiringi dengan kesiapan infrastruktur yang memadai bagi kapal besar.

"Kalau kapal di atas GT 2.000 kami semua punya, tapi apakah dermaganya bisa kami gunakan untuk sandar dan angkut. Bisa saja kami operasikan tapi harusnya disiapkan dulu infrastrukturnya," tegas Mastiga menanggapi Wito dengan nada keras.

Sementara itu, hingga Kamis sore, kemacetan menuju pelabuhan Ketapang masih terjadi dengan ekor mengular sepanjang 5 kilometer.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads