Kata FEB Unisma Soal Seminar Gandeng Pinjol Masuk Kampus

Kata FEB Unisma Soal Seminar Gandeng Pinjol Masuk Kampus

Muhammad Aminudin - detikJatim
Jumat, 26 Jun 2026 14:45 WIB
Seminar Platform Pinjol Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unisma yang jadi sorotan di media sosial
Foto: Dok. Istimewa/tangkapan layar
Malang -

Universitas Islam Malang (Unisma) menjadi sorotan usai menggandeng platform pinjaman online masuk kampus. Unisma menegaskan hadirnya platform pinjaman online untuk memperkuat literasi kepada mahasiswa.

Seminar bersama Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Rabu (24/6/2026) tersebut digelar oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unisma.

Wakil Dekan I FEB Unisma Harun Alrasyid menyatakan bahwa pihak kampus sama sekali tidak menjalin kerja sama khusus dengan platform pendanaan tertentu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penawaran kegiatan ini datang langsung dari AFPI, yang merupakan asosiasi resmi payung hukum dari sekitar 97 platform fintech legal yang terdaftar di OJK.

ADVERTISEMENT

"Terkait dengan itu (seminar), dalam artian kita pertama tidak ada kaitan dengan salah satu platform itu. Yang awal, waktu itu kita dapat penawaran dari Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia. Ini yang mencakupi semua platform fintech yang berizin di OJK," kata Harun saat dikonfirmasi, Jumat (26/6/2026).

Harun menjelaskan, latar belakang diadakannya seminar bertajuk 'Pinter Mengajar' ini justru dipicu oleh keprihatinan kampus terhadap maraknya fenomena mahasiswa dan masyarakat yang terjebak pinjol.

Pihak fakultas ingin memberikan literasi keuangan digital agar mahasiswa tidak salah melangkah.

Dalam pelaksanaan seminar tersebut, FEB Unisma juga menghadirkan regulator langsung dari OJK pusat yang membidangi pengawasan teknologi keuangan untuk memberikan materi yang objektif.

Harun pun mempersilakan masyarakat untuk melihat kembali rekaman seminar yang disiarkan secara terbuka tersebut melalui akun media sosial resmi FEB Unisma.

"Justru malah literasi, jangan sampai ke pinjol. Bahkan kalau mau melihat di YouTube kami. Malah pertanyaannya lebih banyak kritis terkait pinjol oleh teman-teman mahasiswa," katanya.

Sementara terkait kekhawatiran warganet setelah adanya unggahan dari salah satu platform fintech mengenai keikutsertaan mahasiswa hingga munculnya isu bahwa mahasiswa diarahkan untuk memanfaatkan pinjaman online.

Harun membantah keras hal tersebut. Pihaknya memastikan tidak ada intimidasi atau ajakan langsung selama seminar berlangsung.

"Ndak ada. Tidak ada sama sekali ajakan untuk menggunakan salah satu platform fintech yang hadir kemarin. Murni kegiatannya itu literasi dan edukasi tentang keuangan digital, agar mahasiswa ini bijak dalam mengelola keuangan," tegas Harun.

Di samping menggelar literasi, kata Harun, momentum kedatangan perwakilan dari lima perusahaan fintech tersebut dimanfaatkan oleh pihak fakultas untuk berdiskusi mengenai pengembangan kurikulum ke depan.

Harun mengaku, bahwa kampus ingin memetakan digital skill apa saja yang dibutuhkan mahasiswa agar mampu bersaing setelah lulus.

Harun menambahkan, FEB Unisma berkomitmen penuh untuk memproteksi para mahasiswanya agar tidak tergiur oleh pinjaman digital.

Seminar ini dinilai menjadi salah satu langkah preventif agar tragedi mahasiswa terjerat pinjol di kampus lain tidak terjadi di Unisma.

"Kita wanti-wanti, justru dengan kegiatan ini, dalam artian itu sebagai sarana kita untuk mewanti-wanti mahasiswa untuk tidak mudah tergoda dengan iming-iming yang ada di pinjol," imbuhnya.

"Kita tahu pengalaman dari beberapa kampus mungkin setahun atau 2 tahun yang lalu, tahu-tahu kerja sama dengan salah satu perusahaan, ternyata ilegal. Nah, kita membentengi untuk gak sampai ke situ," pungkasnya.

Seperti diberitakan, Universitas Islam Malang (Unisma) mendadak menjadi sorotan di media sosial. Pasalnya, acara sosialisasi dengan menggandeng platform pinjaman online (pinjol) banyak dikecam warganet.

Sorotan tersebut berawal platform pinjol masuk kampus Unisma awalnya diunggah oleh akun @manangsoebeti_official atau Pak Bray. Ia menyebut bahwa acara tersebut sama saja dengan menjerumuskan mahasiswa ke dalam jeratan utang pinjol.

"Pindar (pinjaman daring) masuk ke universitas Islam Malang. Ya Allah bayarnya pakai apa nanti adek-adek itu buat nyicil hutang dan bunganya," kata Pak Bray seperti yang dilihat detikJatim, Kamis (25/6/2026).

Unggahan itu lantas menuai beragam reaksi kritis dari warganet. Banyak dari mereka menyayangkan kebijakan manajemen kampus yang dinilai kurang bijak dalam memilah mitra kegiatan.




(dpe/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads