Deru mesin motor modifikasi menggema di Sirkuit Lebak Djinontro, Dusun Rejeng, Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Sabtu (27/6/2026). Sebanyak 72 peserta bersaing dalam ajang balap motor manol bertajuk Manol Gabah Kapolresta Cup 2026 yang digelar dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80.
Puluhan peserta yang sebagian besar berprofesi sebagai petani dan pekerja pertanian itu memperebutkan hadiah utama berupa satu unit motor manol. Kendaraan tersebut selama ini menjadi alat utama untuk mengangkut hasil panen di wilayah pedesaan.
Kasat Binmas Polresta Banyuwangi Kompol Basori Alwi mengapresiasi pelaksanaan ajang tersebut. Menurutnya, kegiatan tersebut mampu mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat sekaligus menjadi wadah pencarian bibit pembalap muda dari desa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembalap motor manol tengah adu cepat di di lintasan 450 meter sirkuit Lebak Djinontro Banyuwangi Foto: Eka Rimawati/detikJatim |
"Tentunya pertandingan ini kian mendekatkan Polri dengan masyarakat, selain itu, kami berharap ini juga bisa jadi ajang menjaring crosser-crosser muda hingga pelosok desa karena khan tidak sedikit peserta yang muda-muda," jelas Basori, Sabtu (27/6/2026).
Motor manol merupakan kendaraan roda dua yang dimodifikasi khusus untuk mengangkut hasil pertanian, terutama gabah. Kendaraan ini banyak digunakan masyarakat untuk melintasi medan persawahan dan perkebunan yang cukup berat di Banyuwangi.
Dalam perlombaan tersebut, motor manol yang biasanya digunakan untuk aktivitas pertanian beralih fungsi menjadi kendaraan balap yang memacu adrenalin para peserta.
Ketua Panitia Manol Gabah Kapolresta Cup 2026, Dani Wahyudi mengatakan, jumlah peserta tahun ini meningkat dibanding pelaksanaan sebelumnya. Bahkan, peserta tidak hanya berasal dari berbagai kecamatan di Banyuwangi, tetapi juga dari luar daerah seperti Bali.
"Tahun ini total ada 72 peserta yang mendaftar. Mereka bukan cuma adu kecepatan, tapi juga adu ketangkasan menaklukkan tikungan dan trek tanah di Sirkuit Lebak Djinontro. Hadiah utamanya sengaja kita siapkan satu unit motor manol, karena itu adalah modal utama kerja sekaligus kebanggaan warga di sini," terang Dani.
Menurut Dani, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga sarana membangun sinergi antara kepolisian dan masyarakat melalui kampanye keselamatan berkendara.
"Tentunya semangat keselamatan dan mendukung swasembada pangan menjadi kampanye yang dibalut pada ajang perlombaan ini," tambah Dani.
Selain hadiah utama berupa satu unit motor manol, panitia juga menyediakan sejumlah hadiah hiburan bagi peserta yang berhasil meraih posisi juara lainnya.
Salah seorang peserta, Haris, mengaku telah dua kali mengikuti ajang balap manol tersebut. Menurutnya, kondisi lintasan yang menyerupai medan persawahan menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta.
"Jadi tantangan tersendiri ini karena medan nya seperti di sawah beneran tapi ini khan ada beberapa tikungan tajam yang harus ditaklukkan," tegasnya.
Meski tanpa strategi khusus, Haris menargetkan mampu menjadi juara dan membawa pulang hadiah utama.
"Tidak ada strategi khusus, yang penting kondisi fisik prima dan jadi juara," pungkasnya.
(auh/hil)

