Kekecewaan Pelajar Kota Batu Gagal Lolos OSN gegara Petugas Lalai

Round Up

Kekecewaan Pelajar Kota Batu Gagal Lolos OSN gegara Petugas Lalai

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Senin, 29 Jun 2026 09:00 WIB
Ilustrasi Siswa SD, SMP, dan SMA
Ilustrasi pelajar/Foto: Gemini AI
Kota Batu -

Kekecewaan pelajar, orang tua, hingga guru di Kota Batu pecah setelah pengumuman Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Provinsi Jawa Timur 2026. Isu dugaan kelalaian administrasi yang menyebabkan siswa SD dan SMP gagal melaju ke tingkat provinsi pun memicu gelombang protes di media sosial.

Kabar mengenai tidak lolosnya pelajar SD dan SMP di Kota Batu dalam pengumuman Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2026 viral di media sosial. Narasi yang menyebut adanya kelalaian administrasi hingga dugaan keterlambatan pengunggahan berkas memicu kemarahan warganet.

Informasi tersebut mencuat setelah akun Instagram @olimpiadefolk mengunggah pernyataan yang menyebut seluruh pelajar SD dan SMP di Kota Batu gagal melanjutkan ke tingkat provinsi akibat persoalan administrasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa kegagalan itu diduga terjadi karena berkas pendaftaran tidak diunggah ke sistem.

ADVERTISEMENT

"Sebuah berita yang benar-benar memilukan- kelalaian administratif yang sangat fatal dari dinaa terkait di Kota Batu telah menyebabkan seluruh pelajar SD dan SMP di kota tersebut gagal mengikuti OSN tahun ini. Alasan di balik bencana ini adalah kegagalan untuk mengunggah berkas-berkas pendaftaran.

Bayangkan kekecewaan ribuan siswa berbakat, guru, dan orang tua mereka yang telah bekerja keras mempersiapakan diri untuk momen ini. Ini bukan hanya tentang statistik. Ini tentang kesempatan yang hilang bagi masa depan anak-anak kita.

Ini adalah panggilan mendesak untuk akuntabilitas. Birokrasi harus mendukung, bukan menghambat, potensi anak bangsa.

Kami berdiri bersama siswa Kota Batu," isi keterangan dalam postingan akun tersebut dikutip detikJatim, Minggu (28/6/2026).

Unggahan itu dengan cepat menjadi perhatian publik. Ratusan komentar memenuhi kolom unggahan dan berisi kekecewaan terhadap dugaan kelalaian yang dinilai merugikan para siswa berprestasi.

"Ini gila sih.. siapa yg mau tanggungjawab?? Semoga anak2 pintar ini tetap semabgat yah.. mending nabung lomba inter aja deh," tulis salah satu komentar akun @vic****.

Tak hanya persoalan administrasi, sejumlah warganet juga menyinggung tidak adanya gladi bersih sebelum pelaksanaan kompetisi. Hal itu dinilai menjadi salah satu persoalan yang seharusnya dapat diantisipasi sejak awal.

"Dalam prosesnya, Kota Batu tidak berkenan mengadakan gladi bersih. Banyak sekolah sudah meminta dan mencoba berkomunikasi untuk pengadaan gladi bersih... Tolong tanggung jawabnya," protes akun @bilqisfnabi***.

Di tengah derasnya kritik di media sosial, Dinas Pendidikan Kota Batu akhirnya buka suara. Dinas menyatakan saat ini masih melakukan pemeriksaan dan pencocokan data terkait polemik yang berkembang.

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Batu, Cahyawisesa Sri Rama Atmaja, menjelaskan bahwa pelaksanaan OSN tingkat kota sebenarnya telah berlangsung sesuai jadwal dan berjalan lancar.

Menurutnya, penyelenggaraan kompetisi dipusatkan di SMPN 2 Kota Batu karena memiliki sarana dan prasarana yang memadai.

"OSN tingkat kota sudah kita laksanakan di SMPN 2 yang secara sarpras sangat memadai. Untuk tingkat SD dilaksanakan tanggal 8 Juni, sedangkan untuk SMP tanggal 11 Juni," kata Cesa sapaan akrabnya saat memberikan konfirmasi kepada detikJatim, Minggu (28/6/2026).

Cesa juga mengakui bahwa pihaknya sempat diminta melengkapi dokumen yang kurang dalam sistem. Namun, menurutnya, seluruh kekurangan tersebut telah dipenuhi oleh petugas.

"Memang kita pernah dimintai untuk kekurangan dokumen yang di-upload, dan sudah kita penuhi. Kami juga sudah menginformasikan ke admin pusat bahwa telah dilakukan upload atas kekurangan dokumen tersebut," terangnya.

Dinas Pendidikan Kota Batu saat ini masih terus mengawal persoalan tersebut. Komunikasi dengan pihak kementerian juga terus dilakukan guna memperoleh kepastian terkait hasil OSN tingkat kota yang menjadi dasar seleksi menuju tingkat provinsi.

Pihak dinas meminta masyarakat, sekolah, dan orang tua siswa untuk memberikan waktu agar proses penelusuran dapat dilakukan secara menyeluruh.

"Ini kami masih crosscheck data-data yang ada, jadi mohon untuk memberi kesempatan bagi kami untuk menyelesaikan permasalahan ini," tandasnya.




(abq/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads