Ancaman kemarau panjang atau El Nino di depan mata. Kini, sudah ada sembilan kabupaten di Jawa Timur yang telah menetapkan status siaga darurat.
"Terbaru ada sembilan kabupaten yang sudah menerapkan status siaga darurat kekeringan," kata Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik Satriyo Nurseno, Senin (29/6/2026).
Data BPBD Jatim, Gresik menjadi kabupaten terbaru yang menetapkan status siaga darurat kekeringan. Selain itu, ada Bondowoso, Lamongan, Banyuwangi, Lumajang, Bangkalan, Kabupaten Blitar, Kabupaten Pasuruan, dan Trenggalek yang terlebih dahulu menetapkan status siaga darurat kekeringan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Provinsi Jawa Timur juga sudah mengeluarkan SK darurat kekeringan," tambah Gatot.
Gatot mengungkapkan bulan Juli-Agustus diperkirakan menjadi puncak musim kemarau di Jawa Timur. Untuk Juni sendiri masih terjadi hujan lokal di beberapa titik di Jawa Timur.
"Perkiraan puncak kemarau di bulan Agustus. Alhamdulillah bulan Juni ini masih ada hujan lokal di sejumlah daerah," tambahnya.
Gatot menambahkan, sudah ada empat kabupaten yang telah melakukan dropping air bersih menggunakan APBD kabupaten masing-masing.
"Sudah di Bondowoso, Probolinggo, Bojonegoro, dan Pasuruan. Totalnya ada 249 ribu liter," tandasnya.
(auh/hil)
