Demo di DPRD Jatim, Peternak Kecewa Harga Telur Terus Turun

Demo di DPRD Jatim, Peternak Kecewa Harga Telur Terus Turun

Faiq Azmi - detikJatim
Senin, 29 Jun 2026 14:07 WIB
Aksi unjuk rasa peternak ayam petelur protes harga telur yang jatuh di DPRD Jawa Timur.
Aksi unjuk rasa peternak ayam petelur protes harga telur yang jatuh di DPRD Jawa Timur. (Foto: Faiq Azmi/detikJatim)
Surabaya -

Ratusan peternak ayam telur menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Jatim. Para peternak protes harga telur terus turun dan pemerintah tidak memberi kebijakan yang jelas.

Pantauan detikJatim, aksi unjuk rasa berlangsung sejak pukul 11.30 WIB. Para peternak sempat membagikan telur ke orang yang melintas di depan Kantor DPRD Jatim. Di saat yang sama, DPRD Jatim sedang menggelar rapat paripurna yang dihadiri oleh Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak.

Mendengar adanya demo, Emil Dardak langsung keluar Gedung DPRD Jatim dan menemui massa aksi. Emil menyebut kondisi peternak telur saat ini sangat memprihatinkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi saya bersama Pak Ditreskrimsus satgas pangan menerima demonstran yang ternyata peternak. Jadi kami berempati dengan kondisi mereka semua karena harga telur belum ideal untuk menutup biaya produksi mereka," kata Emil di Gedung DPRD Jatim, Senin (29/6/2026).

Aksi unjuk rasa peternak ayam petelur protes harga telur yang jatuh di DPRD Jawa Timur.Aksi unjuk rasa peternak ayam petelur protes harga telur yang jatuh di DPRD Jawa Timur. (Foto: Faiq Azmi/detikJatim)

Menurut Emil, anjloknya harga telur disebabkan karena over supply yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Akibatnya, harga telur jatuh.

ADVERTISEMENT

"Hari ini over supply, pemerintah pusat sudah berkomitmen membatasi supply. Kami di Jatim juga koordinasi intens dengan badan gizi nasional (BGN), bahwa nanti SPPG harus ikut aktif menyerap telur peternak minimal tiga kali seminggu dengan harga minimal Rp 24 Ribu," jelasnya.

"Dan terbaru mengenai surat Menteri Pertanian selaku kepala badan pangan nasional ke gubernur dan satgas pangan seluruh Indonesua mengenai harga minimal Rp 26.500 di level produsen dan Rp 30 ribu di level konsumen," tambahnya.

Emil kemudian mengajak dialog satu persatu perwakilan peternak di halaman Gedung DPRD Jatim. Para peternak ingin ada solusi jangka pendek dari pemerintah.

"Kami butuh solusi jangka pendek agar harga telur bisa naik dan stabil. Karena biaya produksi sudah tidak seimbang dengan harga jual saat ini," ujar salah satu peternak.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads