Ngalam Mbois: 2 Pecatur Malang Sabet Gelar Best Board di Kejuaraan Dunia

Ngalam Mbois: 2 Pecatur Malang Sabet Gelar Best Board di Kejuaraan Dunia

Muhammad Aminudin - detikJatim
Senin, 29 Jun 2026 18:15 WIB
Arjuna dan Nayaka saat berlaga di FIDE World Team Rapid and Blitz Chess Championship 2026 yang berlangsung di Hong Kong
Arjuna dan Nayaka saat berlaga di FIDE World Team Rapid and Blitz Chess Championship 2026 yang berlangsung di Hong Kong/Foto: Istimewa
Malang -

Dua pecatur muda asal Kota Malang menorehkan prestasi gemilang di panggung internasional. Mereka adalah Nayaka Budidharma dan Arjuna Satria Pamungkas.

Atlet pelatnas ini sukses menyabet prestasi dalam ajang FIDE World Team Rapid and Blitz Chess Championship 2026 yang berlangsung di Hong Kong.

Di tengah persaingan sengit melawan para grandmaster dan tim-tim elite dunia, Arjuna dan Nayaka berhasil membawa pulang penghargaan individu sekaligus menjadi penyumbang seluruh medali individu yang diraih Indonesia pada kejuaraan dunia tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bendahara Percasi Kota Malang sekaligus ibunda Nayaka, Lilis mengatakan ajang tersebut merupakan Kejuaraan Dunia Catur Cepat dan Catur Kilat Beregu yang diikuti 48 tim dari berbagai negara.

ADVERTISEMENT

"Indonesia mengikuti dua kategori, yaitu rapid atau catur cepat dan blitz atau catur kilat. Tim-tim yang ikut ini tim-tim kuat dunia. Bahkan ada tim WR yang diperkuat Magnus Carlsen dan pemain-pemain papan atas dunia," ujar Lilis kepada wartawan, Senin (29/6/2026).

Pada nomor rapid, Tim Indonesia menempati peringkat ke-24 dunia. Selain klasemen beregu, panitia juga memberikan penghargaan individu berdasarkan performa setiap papan.

"Nayaka mendapat peringkat satu untuk board tujuh atau papan ketujuh," ungkapnya.

Prestasi tersebut diraih Nayaka setelah tampil konsisten sepanjang 11 babak pertandingan. Menghadapi lawan-lawan kelas dunia tidak membuatnya kehilangan daya saing hingga mampu mengoleksi 8,5 poin.

"Yang pasti karena lawannya orang-orang hebat, ya pasti jungkir balik. Tapi alhamdulillah dari 11 babak yang dia ikuti, dia bisa mengumpulkan sekitar 8,5 poin sehingga mendapat penghargaan best board," ungkap Lilis.

Sementara itu, pada nomor blitz atau catur kilat, Tim Indonesia berhasil melangkah hingga babak 16 besar dunia setelah lolos dari fase grup sebagai salah satu tim terbaik.

"Untuk catur kilat, Indonesia masuk 16 besar. Dari empat grup diambil empat tim terbaik dan Indonesia berhasil lolos," jelasnya.

Perjalanan Indonesia kemudian terhenti di fase gugur setelah menghadapi tim yang diperkuat pecatur nomor satu dunia, Magnus Carlsen. Sebelumnya, Indonesia juga sempat berhadapan dengan tim yang diperkuat Sindarov, juara dunia tahun ini.

"Waktu 16 besar Indonesia ketemu timnya Magnus. Hampir semua pemainnya masuk 10 besar dunia. Sebelumnya Indonesia juga sempat bertemu tim yang diperkuat Sindarov, juara dunia tahun ini. Jadi kesempatan bertemu tim-tim besar itu luar biasa," tuturnya.

Di balik langkah Indonesia yang terhenti, Arjuna Satria Pamungkas juga mencatatkan prestasi gemilang. Pecatur muda Kota Malang itu dinobatkan sebagai best board untuk papan sembilan setelah mengoleksi 10 poin dari 11 pertandingan pada nomor blitz.

"Arjuna jadi best board untuk papan sembilan. Dari 11 pertandingan dia mengumpulkan 10 poin," ujar Lilis.

Menurut Lilis, pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena seluruh penghargaan individu yang diraih Indonesia pada kejuaraan dunia kali ini dipersembahkan oleh dua atlet asal Kota Malang.

"Alhamdulillah yang dapat medali dari Indonesia ini dari Malang semua, Nayaka dan Arjuna. Keduanya merupakan bagian dari tim Pelatnas Indonesia," pungkasnya.

Ngalam Mbois adalah rubrik spesial detikJatim yang mengupas seputar seluk-beluk, capaian, prestasi, dan kelokalan khas yang ada di Malang Raya. Ngalam Mbois tayang setiap hari Senin.




(mua/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads