Solar Langka di Jatim, Wagub Sebut Kuota Ditambah Jadi 2,7 Juta Kiloliter

Solar Langka di Jatim, Wagub Sebut Kuota Ditambah Jadi 2,7 Juta Kiloliter

Faiq Azmi - detikJatim
Senin, 29 Jun 2026 20:10 WIB
Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak
Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak (Foto: Faiq Azmi/detikJatim)
Surabaya -

Kelangkaan BBM subsidi jenis Solar masih terjadi di Jawa Timur. Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak memastikan distribusi kuota Solar di Jatim ditambah dari 2,4 Juta Kiloliter menjadi 2,7 Juta Kiloliter.

"Jadi kuota BBM jenis Bio Solar di Jatim itu ditambah kuotanya dari tahun 2025 itu 2,4 Juta Kiloliter, tahun 2026 menjadi 2,7 Juta Kiloliter. Angka tersebut menurut Pertamina dan BPH Migas seharusnya sudah cukup untuk kebutuhan di Jatim," kata Emil di Gedung DPRD Jatim, Senin (29/6/2026).

Emil menyebut ada kenaikan pembelian untuk Solar di pertengahan tahun 2026 ini khususnya di jalur-jalur vital logistik dan sekitaran pelabuhan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat ini ada peningkatan pembelian di luar dari pola yang sewajarnya. Ingat Solar ini barang dari depo sampai ke pom bensin ada prosesnya. Jadi kalau kemudian di pom bensin habis, tidak bisa kita asumsikan di deponya habis juga. Kuota untuk Jatim juga sudah dinaikkan oleh Pertamina," jelasnya.

Mantan Bupati Trenggalek ini menyebut kendala saat ini adalah proses distribusi Solar yang belum sebanding dengan peningkatan pembelian.

ADVERTISEMENT

"Kendalanya adalah mengangkut dari depo ke pom bensin ini kalau misalnya dia lebih cepat dibelinya dibandingkan pola pembelian seperti biasa itu pasti butuh armada tambahan. Nah saat ini sudah ada tambahan dua armada yang dimobilisasi khusus di wilayah pelabuhan dan dekat tol (Tanjung Perak), tapi kan terbatas (armadanya)," bebernya.

"Prioritasnya saat ini ke tempat-tempat viral seperti akses pelabuhan, karena itu masalah logistik supaya sembako dan bahan pokok lainnya tidak terganggu," tambahnya.

Emil menyebut tambahan armada untuk distribusi solar ke jalur vital logistik menjadi langkah jangka pendek. Apabila masih tidak bisa mencukupi kebutuhan, maka akan ada permintaan tambahan kuota ke BPH Migas.

"Ini yang dilakukan untuk menstabilisasi pasokan supply. Tentu kita akan pantau terus apakah memang sudah harus kemudian ada permintaan tambahan ke BPH Migas. Nah BPH Migas kalau mau menyetujui alokasi tambahan dari Kementerian ESDM pasti akan meminta langkah-langkah ini dilakukan dulu untuk stabilisasi sebelum menambah kuota Bio Solar bersubsidi," terangnya.

"Langkah-langkah untuk menambah pasokan Solar di SPBU itu sudah dilakukan dengan penambahan armada khususnya di wilayah logistik dan pelabuhan. Info dari Pertamina harusnya kebutuhan terpenuhi, ada dua tangki khusus untuk melayani di pelabuhan dan di di pintu tol (Tanjung Perak)," tambahnya.

"Antrean Solar di Surabaya Raya terjadi bersamaan melebihi pola pembelian yang sebelumnya. Apakah cukup atau tidak? Logikanya stok itu ada, armada ditambah kalau masih belum maka perlu disikapi Pertamina dan BPH Migas," tandasnya.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads