KontraS Surabaya Ungkap Dugaan Massa Bayaran saat Demo Ricuh di Grahadi

KontraS Surabaya Ungkap Dugaan Massa Bayaran saat Demo Ricuh di Grahadi

Aprilia Devi - detikJatim
Kamis, 02 Jul 2026 21:45 WIB
KontraS Surabaya
KontraS Surabaya (Foto: Dok. Istimewa)
Surabaya -

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Surabaya menyampaikan temuan dugaan mobilisasi massa bayaran dalam aksi #IndonesiaSekarat di depan Gedung Negara Grahadi, Jumat (26/6). Mereka diduga sengaja diarahkan untuk memancing kericuhan.

Kepala Biro Kampanye HAM KontraS Surabaya Zaldi Maulana menyebut bahwa tim pemantau lapangan KontraS menemukan sekelompok remaja yang nampak menerima pengarahan hingga benda diduga amplop sebelum bergabung dengan massa aksi di Grahadi.

"Temuan pertama, dugaan mobilisasi massa untuk memicu kerusuhan. Sekitar pukul 16.10 WIB (26 Juni 2026) di depan Kantor Pos Indonesia sebelah Taman Apsari, sisi kiri dari Grahadi, ada sekitar 10 orang remaja belasan tahun," ujar Zaldi, Kamis (2/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian selang 30 menit usai kelompok remaja tersebut berkumpul, ada empat pria dengan pakaian serba hitam dan berbadan tegap menemui mereka. "Berselang 30 menit, empat orang berbadan tegap berpakaian serba hitam melakukan semacam briefing kepada 10 anak tersebut," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Setelah mendapatkan briefing, salah satu dari empat pria tersebut nampak memasukkan sesuatu yang diduga amplop ke saku masing-masing remaja. Setelah menerima benda yang diduga amplop itu, kelompok remaja kemudian terpantau berbaur dengan massa aksi lain.

Diketahui massa aksi tersebut baru tiba usai longmarch dari Monumen Kapal Selam. "Setelah itu, 10 orang tersebut bergabung dengan massa aksi yang baru datang dari Monumen Kapal Selam, berada di sisi kiri Grahadi," beber Zaldi.

Tim pemantau KontraS pun terus mengawasi pergerakan kelompok yang diduga sengaja diarahkan itu pada Jumat (26/6) hingga menjelang magrib.

"Tim terus memantau hingga menjelang magrib, lalu kehilangan jejak, pemantauan terakhir menunjukkan mereka bergeser ke area jembatan penyeberangan orang, tempat sebagian massa bermain bola, lalu hilang dari pemantauan," ungkap Zaldi.

Berdasarkan temuan tersebut, KontraS Surabaya pun menduga terdapat upaya yang terorganisir untuk memancing kericuhan.

"Itu yang temuan kami di awal, yakni adanya aktivitas mencurigakan yang kami duga sebagai adanya mobilisasi massa untuk memprovokasi adanya kericuhan seperti itu," pungkasnya.

Sebelumnya, Polrestabes Surabaya menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kericuhan saat aksi demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi, Jumat (26/6/2026).

Awalnya polisi mengamankan 24 orang pada Jumat (26/6) malam. Seluruhnya kemudian menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Di awal kita amankan sebanyak 24 orang. Dari 24 orang itu kemudian kita lakukan pendalaman, termasuk membuka data-data dari handphone yang mereka bawa. Dan ini masih berproses," kata Luthfie di Polrestabes Surabaya, Sabtu (27/6/2026).

Dari hasil pemeriksaan, polisi kemudian menetapkan empat orang sebagai tersangka.

"Sebanyak empat orang ini sudah kita tetapkan sebagai tersangka perusakan terhadap barang dan juga penyerangan terhadap petugas. Ancaman hukumannya lima tahun sehingga mereka kita lakukan penahanan," ujarnya.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads