Liponsos Sidoarjo Overkapasitas, Kekurangan Fasilitas-Gedung Tak Layak

Liponsos Sidoarjo Overkapasitas, Kekurangan Fasilitas-Gedung Tak Layak

Suparno - detikJatim
Jumat, 03 Jul 2026 13:00 WIB
Liponsos Sidoarjo
Liponsos Sidoarjo/Foto: Suparno/detikJatim
Sidoarjo -

Kondisi Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Sidoarjo yang berada di eks gedung SMA Sidokare semakin memprihatinkan. Kapasitas hunian yang sudah melebihi daya tampung, keterbatasan fasilitas, hingga ancaman banjir saat musim hujan menjadi persoalan yang kini dihadapi Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan dan Pelayanan Rehabilitasi Sosial (PP-Rehsos).

Berdasarkan data penghuni per Rabu (1/7/2026) pukul 23.00-07.00 WIB, jumlah klien yang berada di Liponsos mencapai 85 orang. Rinciannya, terdiri dari 39 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), 23 orang terlantar (T4), 11 lansia, delapan orang terlantar, dan empat gelandangan-pengemis (gepeng).

Selain itu, terdapat 17 klien yang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit, sehingga total keseluruhan klien mencapai 102 orang, terdiri dari 43 perempuan dan 59 laki-laki.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo, Diana Ambarukmi mengatakan, kondisi Liponsos saat ini sudah tidak lagi memadai untuk menampung warga yang membutuhkan pelayanan rehabilitasi sosial.

ADVERTISEMENT

"Lokasi UPTD Liponsos yang saat ini digunakan sudah tidak mencukupi untuk menampung warga Sidoarjo yang mengalami gangguan jiwa maupun warga terlantar yang membutuhkan perawatan dan pendampingan," kata Diana kepada detikJatim di UPTD Liponsos, Jumat (3/7/2026).

Menurutnya, bangunan yang digunakan saat ini juga bukan merupakan aset khusus milik Liponsos, sehingga pengembangan fasilitas menjadi terbatas.

"Gedung yang ditempati sekarang secara resmi bukan milik Liponsos. Karena itu, berbagai keterbatasan masih kami hadapi, baik dari sisi bangunan maupun sarana pendukung," ujarnya.

Selain keterbatasan gedung, Diana mengungkapkan kebutuhan dasar para penghuni juga masih belum terpenuhi secara optimal, terutama pakaian.

"Kami sangat membutuhkan bantuan pakaian bekas layak pakai untuk para penghuni Liponsos. Kebutuhan pakaian menjadi salah satu yang cukup mendesak saat ini," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Liponsos Sidoarjo, Kristian Yudhiarianto, membenarkan kapasitas Liponsos saat ini telah mengalami kelebihan penghuni atau overload.

"Kondisi Liponsos memang sudah overload. Jumlah penghuni terus bertambah sementara kapasitas gedung sangat terbatas," kata Kristian.

Tak hanya persoalan daya tampung, ancaman banjir juga menjadi perhatian serius setiap musim penghujan.

"Kalau musim hujan datang, hampir 90 persen ruangan yang ditempati penghuni terdampak banjir. Ini tentu sangat membahayakan, apalagi sebagian besar penghuni merupakan ODGJ yang membutuhkan pengawasan khusus," jelasnya.

Menurut Kristian, kondisi tersebut membuat petugas harus bekerja ekstra untuk memastikan keselamatan seluruh penghuni ketika banjir terjadi.

"Kami berharap ke depan ada solusi berupa penambahan fasilitas maupun lokasi yang lebih representatif agar pelayanan kepada warga yang membutuhkan rehabilitasi sosial bisa berjalan lebih maksimal," pungkasnya.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads