Sekolah Rakyat Tingkat SD di Ponorogo Sepi Peminat, SMP-SMA Penuh

Sekolah Rakyat Tingkat SD di Ponorogo Sepi Peminat, SMP-SMA Penuh

Charolin Pebrianti - detikJatim
Sabtu, 04 Jul 2026 15:15 WIB
Sekolah Rakyat Ponorogo
Siswa SD Sekolah Rakyat di Ponorogo (Foto: Charolin Pebrianti/ detikjatim)
Ponorogo -

Program Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Ponorogo menunjukkan kondisi yang berbeda pada setiap jenjang pendidikan. Menjelang dimulainya tahun ajaran baru, kuota peserta didik untuk jenjang SD masih jauh dari target. Sebaliknya, kuota jenjang SMP dan SMA telah terpenuhi, bahkan jumlah pendaftarnya melebihi kapasitas yang tersedia.

Hingga awal Juli, kuota SD yang disediakan sebanyak 30 siswa baru terisi 16 anak. Kondisi tersebut membuat pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) masih terus melakukan penjaringan calon peserta didik dari keluarga yang memenuhi kriteria.

Ketua Tim PKH Ponorogo Kademin mengatakan proses penjaringan masih berlangsung. Ia optimistis jumlah peserta didik akan terus bertambah sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat pleno kemarin yang dinyatakan lolos baru 16 siswa untuk jenjang SD. Kami masih melakukan penjangkauan dan optimistis akan ada tambahan peserta," kata Kademin kepada wartawan, Sabtu (4/7/2026).

Menurut Kademin, sebelum pelaksanaan open house dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 15 Juli mendatang, diperkirakan akan ada sekitar 11 calon siswa tambahan yang bergabung.

ADVERTISEMENT

"Perkiraan kami masih ada sekitar 11 anak lagi yang bisa masuk sebelum kegiatan dimulai," ujarnya.

Berbeda dengan jenjang SD, minat masyarakat terhadap Sekolah Rakyat tingkat SMP dan SMA justru sangat tinggi. Masing-masing kuota sebanyak 30 siswa telah terisi penuh.

Bahkan, masih terdapat puluhan calon peserta didik yang telah lolos proses verifikasi, tetapi belum dapat diterima karena keterbatasan kuota. Di jenjang SMP terdapat 21 siswa cadangan, sedangkan di jenjang SMA mencapai 28 siswa.

Meski belum diterima di Sekolah Rakyat, para calon peserta didik tersebut dipastikan tetap memperoleh akses pendidikan. Pemerintah telah menyiapkan skema agar mereka dapat melanjutkan pendidikan di sekolah lain.

"Anak-anak yang belum masuk kuota tidak kami biarkan. Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Cabang Dinas agar mereka tetap bisa bersekolah, baik di sekolah negeri maupun pondok pesantren," jelas Kademin.

Rencananya, seluruh siswa yang lolos seleksi akan menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum diberangkatkan ke Sekolah Rakyat Permanen di Madiun. Selama mengikuti pendidikan, mereka akan menerapkan sistem sekolah berasrama.

Kademin menegaskan proses penjaringan peserta didik masih belum ditutup. Apabila masih terdapat anak dari keluarga sasaran yang memenuhi persyaratan, mereka tetap berpeluang bergabung meskipun kegiatan belajar mengajar telah dimulai.

"Kalaupun nanti ada peserta didik yang mendaftar di tengah semester tetap bisa kami masukkan. Karena itu proses penjaringan masih terus kami lakukan," pungkasnya.




(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads