Cegah HIV, Satpol PP Sidoarjo Operasi Pekat di Eks Tol Gempol-Porong

Cegah HIV, Satpol PP Sidoarjo Operasi Pekat di Eks Tol Gempol-Porong

Suparno - detikJatim
Minggu, 05 Jul 2026 05:35 WIB
Operasi pekat di kafe Eks Tol Gempol-Porong Sidoarjo dilakukan untuk mencegah penyebaran HIV.
Operasi pekat di kafe Eks Tol Gempol-Porong Sidoarjo dilakukan untuk mencegah penyebaran HIV. (Foto: Suparno/detikJatim)
Sidoarjo -

Satpol PP Sidoarjo menggelar operasi penyakit masyarakat (pekat) di sejumlah kafe di sepanjang Jalan eks Tol Gempol-Porong, Kecamatan Jabon pada Sabtu malam. Dalam operasi itu petugas mengamankan 75 pemandu lagu (LC) untuk didata serta menyita puluhan botol minuman keras (miras).

Operasi itu dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana. Turut mendampingi dalam operasi itu anggota DPRD Sidoarjo Komisi D, Forkopimka Jabon, serta jajaran Satpol PP Kabupaten Sidoarjo.

Mimik mengatakan bahwa operasi pekat itu merupakan upaya pemerintah daerah menjaga ketertiban masyarakat sekaligus meminimalkan penyebaran penyakit menular di wilayah Jabon.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Razia ini kami lakukan untuk meminimalisir penyebaran penyakit yang membahayakan masyarakat. Wilayah Jabon ini menjadi salah satu daerah dengan angka penyebaran HIV yang cukup tinggi, sehingga perlu dilakukan langkah-langkah pencegahan," ujar Mimik kepada wartawan di lokasi, Sabtu (4/7/2026).

Dalam operasi itu, para perempuan yang diamankan juga menjalani pemeriksaan kesehatan berupa tes darah sebagai langkah skrining awal.

ADVERTISEMENT

"Yang kami amankan langsung dilakukan tes darah untuk mengetahui kondisi kesehatannya. Ini sebagai bentuk upaya deteksi dini," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Sidoarjo Yani Setyawan mengatakan operasi tersebut merupakan tindak lanjut atas tingginya angka penyebaran HIV di wilayah Kecamatan Jabon.

Operasi pekat di kafe Eks Tol Gempol-Porong Sidoarjo dilakukan untuk mencegah penyebaran HIV.Operasi pekat di kafe Eks Tol Gempol-Porong Sidoarjo dilakukan untuk mencegah penyebaran HIV. (Foto: Suparno/detikJatim)

"Dalam kegiatan malam ini kami mengamankan puluhan botol minuman keras. Rinciannya terdiri dari miras golongan A dan sisanya golongan B," ujar Yani.

Selain menyita miras, petugas juga mengamankan 75 perempuan yang diduga bekerja sebagai pemandu lagu di sejumlah kafe di kawasan tersebut.

"Kami juga mengamankan 75 orang pemandu lagu atau LC. Seluruhnya kami lakukan pendataan. Setelah proses pendataan selesai, nantinya akan kami kembalikan ke daerah asal masing-masing," jelasnya.

Yani menyebut sebagian besar LC yang terjaring berasal dari luar Kabupaten Sidoarjo.

"Mayoritas berasal dari Bangil dan Pasuruan. Sebagian kecil merupakan warga Sidoarjo," terangnya.

Tak hanya menyasar aktivitas di dalam kafe, Satpol PP juga menyoroti keberadaan bangunan-bangunan yang diduga berdiri tanpa izin di sepanjang kawasan eks Tol Gempol-Porong.

"Ke depan kami akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR karena banyak kafe liar yang berdiri di lahan tersebut dan tidak memiliki izin," tegas Yani.

Ia memastikan operasi pekat akan terus dilakukan secara berkala sebagai upaya menciptakan ketertiban umum dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.

"Operasi seperti ini akan terus kami lakukan secara masif untuk menjaga ketertiban dan memberikan rasa aman kepada masyarakat," pungkasnya.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads